JAKARTA, Metro24.Co – Selain akan memantau situasi lalu lintas menggunakan pesawat tanpa awak (drone), Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Polri, Irjen Istiono mengungkapkan kepolisian akan menerapkan pembatasan jumlah penumpang per kendaraan pribadi selama mudik Lebaran 2020. Ini merupakan antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) yang masih merebak di Indonesia.

Salah satu aturan, satu kendaraan hanya berisi setengah kapasitasnya. “Misalnya mobil sedang hanya untuk dua orang, kemudian mobil station, kijang, itu cukup tiga orang, depan, tengah, belakang, tiga orang,” kata Istiono, Selasa, 7/4/20.

Sedangkan untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor, kata bekas Kapolda Bangka Belitung ini, hanya boleh satu orang. Jadi, lanjutnya, pemudik yang menggunakan motor dilarang membawa penumpang.

Selain kebijakan itu, kepolisian juga akan menerapkan pemeriksaan ketat bagi pemudik. Untuk itu kepolisian akan mendirikan posko kesehatan di beberapa titik yang sudah terkoneksi dengan rumah sakit rujukan jika ditemukan pemudik terindikasi terinfeksi Covid-19.

Posko-posko itu antara lain tempat pemberangkatan mudik, rest area baik di tol maupun di jalan arteri, serta di sejumlah kota tujuan. “Jika ditemukan warga pemudik terindikasi, kami rujuk langsung ke rumah sakit terdekat untuk karantina,” tukasnya.

Kakorlantas menjelaskan lebih lanjut, semua pemudik juga akan ditetapkan sebagai orang dalam pantauan (ODP). Mereka akan diwajibkan isolasi mandiri selama 14 hari ketika sampai di kampung halaman.

“Penerapan pencegahan yang dilakukan Pemerintah Daerah Jawa Tengah yang menjemput para pemudik dan 14 hari dilakukan karantina, ini juga akan diterapkan di wilayah lain bersama instansi terkait,” tandasnya. (Ali/Metro24.Co)
Editor: Arpani