Kepala Imigrasi Belawan memaparkan WN Bangladesh

BELAWAN-M24

Warga negara (WN) Bangladesh ini diamankan Imigrasi Belawan. Ia kedapatan membuat paspor menggunakan data palsu yang dikeluarkan Dinas Pendudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan.

Kepala Kantor Imigrasi Belawan, Samuel Toba, Selasa (8/10), mengatakan, WN Bangladesh itu bernama Shah Paran (38). Terungkapnya penggunaan data palsu ini saat ia bermohon untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Belawan pada 4 Oktober.

Petugas yang menerima berkasnya melakukan wawancara untuk proses pembuatan paspor. Ternyata dari hasil wawancara dari berkas yang diajukan, petugas merasa ragu dengan gelagat gaya bicara pemohon bukan warga asli Indonesia.

Loading...

“Petugas menyerahkan berkas itu ke Kasi Lalintalkim, lalu ditindaklanjuti ke Kasi Inteldak melakukan pemeriksaan secara intensif kepada yang bersangkutan. Dari situlah, dia (Shah Paran) mengakui dirinya warga Bangladesh,” jelas Samuel Toba didampingi sejumlah kepala seksi.

Untuk menindaklanjuti kasus itu, petugas menjemput paspor Bangladesh milik yang bersangkutan. Kemudian dengan bukti autentik yang ada, petugas mengamankan warga Bangladesh yang sudah menetap di Jalan Veteran Pasar 7, Desa Helvetia, Kec Labuhandeli tersebut.

“Petugas kita hampir terkecoh, sebab pelaku memiliki dokumen resmi sebagaimana layaknya seorang warga negara Indonesia seperti Akte Kelahiran, KTP elektronik dan Kartu Keluarga,” ungkap Samuel Toba.

Tujuan Shah Paran membuat paspor, kata Samuel Toba, berencana ingin berangkat ke Malaysia. “Dia mau ke Malaysia karena dia sudah menikah dengan wanita Indonesia yang bekerja di Malaysia,” jelasnya.

Pihaknya juga masih mengembangkan kasus itu bersama pihak terkait. Apakah ada oknum yang membantunya hingga dia bisa mendapatkan akte kelahiran, KK dan KTP elektronik.
“Pelaku kita jerat dengan UU No. 6/2011 tentang Keimigrasian Pasal 126 huruf c dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkasnya. (syamsul)