Irwansyah Nasution

BELAWAN-M24

Pemakaman jenazah pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan mendapat penolakan dari warga. Baik di Jln Jangka, Kel Sei Putih Barat, Kec Medan Petisah juga Jln marelan Pasar 1 Gg Melati, Kel Terjun, Kec Medan Marelan.

Seperti Ardi, warga Marelan yang mengaku keberatan jika jenazah RMN dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Marelan. Ia tak ingin lingkungannya dicap buruk.

“Sudah lah, tempat lain saja. Jangan sampai di sini mendapatkan cap tempat teroris,” tegasnya.

Loading...

Begitu juga Wilmar (30), warga Sicanang. Ia tidak setuju jika jenazah RMN dikebumikan di TPU daerahnya. Alasannya hampir sama, bahwasanya jenazah pelaku teroris akan memberikan pandangan buruk di masyarakat.

“Kita khawatir ini jadi pandangan buruk masyarakat. Apalagi banyak yang ditangkap dalam kejadian kemarin. Kita takut di antara peziarah juga ada salah satu terduga teroris lainnya,” pungkasnya.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH ketika dikomfirmasi melaui pesan whatshp nya membenarkan atas pemasangan spanduk penolakan dikuburkanya di Sicanang Belawan. “Ada warga memasang spanduk penolakan,” tulis Ikhwan Lubis.

Sementara itu, pihak keluarga berharap pihak kepolisian menyerahkan jasad pelaku bom bunuh diri untuk dikebumikan.
“Saya sudah tiga kali bolak-balik mengurus jenazahnya. Cuma belum bisa kata pihak Rumah Sakit Bhayangkara. Belum bisa keluar belum ada izin dari Densus,” kata Irwansyah Nasution (61), warga Jln Jangka Medan kepada wartawan, Minggu (17/11).

“Harus ada izin, pertama ke Polrestabes, sudah ke Polrestabes. Disuruh ke Brimob lagi. Besoknya datang gitu lagi. Kemudian disuruh ke pihak Densus,” bebernya.

Irwansyah mengaku pihaknya sudah menyiapkan liang kubur untuk Rabial di TPU Sei Sikambing. Dia berharap jenazah secepatnya bisa dikembalikan ke pihak keluarga supaya dapat langsung dikuburkan.

Menanggapi pengakuan Irwansyah, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Agus Andrianto mengatakan pihaknya akan menyerahkan jenazah pelaku setelah semuanya sudah selesai dikerjakan oleh tim Densus 88.

“Nanti dari Densus 88, apakah sudah cukup. Kalau sudah nanti akan dikembalikan sesuai mekanisme pengembalian jenazah Pelaku teroris,” kata Irjen Agus kepada wartawan, Sabtu kemarin.

Mewakili masyarakat Kota Medan, Ustad Muhammad Sofian, menolak pelaku bom bunuh diri dikuburkan di Kota Medan dan sekitarnya.

Seperti diketahui, RMN merupakan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Rabu (13/11). Saat itu pelaku yang mengenakan seragam ojek online berhasil masuk ke lingkungan Polrestabes Medan lalu meledakkan diri, sehingga menyebabkan dirinya tewas dan melukai 6 orang lainnya.

Kejadian penembakan serta aksi teror satu kelompok membuat situasi masyarakat Kecamatan Hamparan Perak, menjadi resah, Minggu (17/11).
“Dalam Islam tak dibenarkan membuat teror. Bahkan kalau sampai melakukan aksi bunuh diri. Itu adalah tindakan yang konyol dan sangat dilarang dalam agama,” kata Ustad Adami seorang tokoh masyarakat di Hamparan Perak.

Dalam kejadian baru-baru ini, seharusnya kita dapat menilai ajaran Islam yang selalu memberikan pesan kebaikan kepada umatnya. Jadi selaku warga yang baik. Jalankan syariatnya yang diyakini lalu taat kepada aturan dan peraturan Pemimpin atau Pemerintahan.
“Kita meminta kepada masyarakat Hamparan Perak tenang dan selalu waspada. Lihat dengan benar orang yang selalu menawarkan kebaikan. Jangan kita lihat dari luarnya saja. Namun dalamnya juga mesti kita ketahui. Karena saat ini ada yang mengajarkan kebaikan namun di ujungnya ada kepentingan. Itulah terakhir kita bisa menjurus hal-hal yang tidak dibenarkan dalam agama,” ucap Ustad Adami yang saat ini menduduki kursi Perwakilan Rakyat di DPRD Deliserdang.

Bisa jadi, sambung Ustad Adami, mereka yang mengikuti suatu kelompok yang ada di masyarakat tak mengetahui tujuan dari kelompok tersebut. Sehingga bisa terjerumus ke dalam hal yang jauh sekali, sampai-sampai akhirnya melakukan aksi bunuh diri.

“Jelas dalam agama kita disuruh untuk terus belajar. Agar kita bisa membedakan mana yang baik dan mana pula yang buruk. Jadi segala sesuatunya, di akhir nantinya dapat menjadi bagus,” beber Anggota DPRD Deliserdang dari Fraksi PPP.

Bukan itu saja, tambah Ustad Adami, dalam hal ini, mestinya Muspika harus berperan aktif. Dan masyarakat pun harus membantunya.

“Untuk menciptakan suasana yang kondusif, semua elemen di masyarakat harus berperan aktif. Kalau ada hal yang dianggap menyalah segera laporkan ke Polmas ataupun Babinsa. Sehingga tercipta suasana yang nyaman,” pesan anggota Komisi A DPRD Deliserdang ini. (syamsul/mag/tok)