Korban saat dirawat di RS Madani. (foto: alfian/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Pelempar batu misterius di Jalan Tritura, Medan, yang mengakibat korban M Aldi Tanjung (15), warga Jalan AR Hakim, dilarikan ke rumah sakit masih dalam penyelidikan Polsek Delitua.

Korban didampingi orang tuanya, Hendra Tanjung (42), dipanggi penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Delitua, Polrestabes Medan, untuk dimintai keterangan, Kamis (27/2/2020).

“Kapolsek sangat respon dengan peristiwa pelemparan batu yang dialami anak saya dan sampai saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku pelemparan itu,” kata Hendra yang juga wartawan Unit Polrestabes Medan.

Sementara, Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan, untuk mencari petunjuk sehingga pelakunya bisa segera ditangkap. “Sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan masih mencari petunjuk-petunjuk baru di lokasi kejadian untuk mengetahui pelaku,” ujarnya.

Peristiwa pelemparan batu misterius tersebut terjadi pada Sabtu malam (23/2/2020). Saat itu korban bersama tujuh orang temannya dengan mengendarai 4 sepeda motor berboncengan, datang dari Jalan Kampung Baru, menuju Jalan Tritura.

Tepatnya sekira 100 meter sebelum sampai SPBU sebelah kanan, tiba-tiba kepala korban dilempar dengan batu. Korban yang tidak tahu siapa yang melempar hingga merasakan sakit, lalu memberitahukan kepada teman yang diboncengnya.

Karena terlalu banyak darah yang keluar, korban dibawa teman-temannya ke RS Madani Medan untuk mendapatkan perawatan medis. Korban yang mendapat 7 jahitan di kepalanya, saat ini kondisinya sudah stabil. (alfian/metro24.co)

Editor: H Talib