Pakai APD, Wabup Sidoarjo ikut kuburkan pasien corona. (foto: Facebook)

JATIM, Metro24.co – Wakil Bupati Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Nur Ahmad Syaifuddin ikut kuburkan jenazah pasien corona di Kecamatan Sedati. Nur terpaksa terlibat langsung untuk meyakinkan para penggali makam yang ketakutan.

Wabup menggunggah ceritanya itu ke akun Facebooknya beserta video proses pemakaman. Pemakaman jenazah pasien corona yang dilakukan sekitar pukul 03.30 WIB dini hari. Hanya tampak 5 orang memakai baju APD seperti seragam mirip astronot. Yaitu Wabup Nur Ahmad, seorang dokter dan 3 penggali kubur.

Dalam cerita yang diunggah di Facebook, Nur mengatakan pasien tercatat sebagai warga Surabaya. Hanya saja selama ini korban tinggal di Sidoarjo. Pasien corona itu meninggal pada Rabu malam (25/3/2020).

“Sejak Beliau dinyatakan meninggal kemarin malam, kami menghubungi pihak Dinkes Surabaya, dan dikarenakan waktu yang terlalu malam, mereka belum siap untuk menangani. Sedangkan pasien Covid sebelum 4 jam harus sudah dikuburkan,” kata Nur dalam ceritanya, Kamis (26/3/2020).

Ia menuturkan, pemakaman sempat terkendala ketakutan para penggali kubur. Menurut dia, saat penggali makam itu menolak membantu mengubur jenazah. Mereka langsung mandi dan pulang usai membuat liang lahat.

Karena tidak ada yang membantu, wabup pun mendatangi ketiga penggali kubur. Dia memberi penjelasan pemakaman yang akan dilakukan sudah sesuai prosedur yang berlaku. Bahkan untuk meyakinkan mereka, Nur rela terlibat langsung dalam proses pemakaman.

“Alhamdulillah mereka mengerti dan mau. Jadilah 5 orang yang ikut menurunkan jenazah tersebut yaitu saya, ketiga penggali, dan dokter Atok,” terangnya.

Berkaca dari peristiwa ini, wabup mengajak masyarakat tidak takut berlebihan. Dia juga menyebarkan keyakinan wabah corona akan berlalu.

“Bagi masyarakat yang akhir-akhir ini merasakan kekhawatiran, kami juga merasakan hal yang sama. Namun kita harus tetap proporsional, tidak panik dan optimis bahwa ujian ini akan segera berlalu,” tandasnya. (red/dtc/metro24.co)

Editor: H Talib