(fan/metro24.co)

DELI SERDANG, Metro24.co – Wakil Bupati Deli Serdang HM Ali Yusuf Siregar menghadiri acara Kick Off Program Pemberdayaan Usaha Pesantren Al-Hidayah di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Acara yang diadakan oleh Bank Indonesia (BI) Sumut ini dihadiri oleh Pimpinan Pesantren Al-Hidayah, Ustad Khairul Gazali, Direktur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen Herwan Chaidir, serta Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Camat Kutalimbaru beserta muspika dan beberapa kepala desa.

Dalam sambutannya, Yusuf Siregar mengatakan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikana islam tertua di Indonesia telah menunjukkan kemampuannya dan mencetak kader-kader ulama dan turut berjasa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pondok pesantren mempunyai peranan penting dalam perkembangan daerah, khususnya pada bidang ilmu keislaman dan sosial budaya karena dapat merubah daerah ini yang keterbelakang dan menjadikannya sebagai suatu senjata dalam menghadapi zaman sekarang yang mulai sangat mengkhawatirkan.

Pesantren juga menjadi salah satu lembaga Pendidikan yang dapat menjadikan generasi muda dan tangguh dalam bersaing pada zaman global yang tentunya berlandaskan islam.

“Terdapat 3 (tiga) potensi yang dimiliki oleh pesantren dalam kemandirian ekonomi yaitu potensi santri, potensi masyarakat disekitar pesantren dan potensi zakat dan wakaf umat. Dengan potensi yang dimiliki tersebut dapat menciptakan kemandirian ekonomi dan membangun bangsa,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, kegiatan Kick Off pemberdayaan usaha di Pesantren Al-Hidayah merupakan salah satu bentuk dari implementasi Pilar 1 – Pemberdayaan Ekonomi Syariah.

Di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI Sumut, Pesantren Al Hidayah merupakan pesantren ketujuh yang memperoleh pengembangan usaha dari Bank Indonesia. “Selama tahun 2017 hingga dengan 2020, Bank Indonesia telah melakukan pengembangan usaha di 323 Pesantren, yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk regional Sumatera sendiri telah terdapat 82 pesantren yang memperoleh pengembangan usaha dari Bank Indonesia”. (fan/metro24.co)