Kondisi mobil

TAMORA-M24

Seusai membeli roti, polisi lalulintas yang bertugas di Polres Deliserdang ini bersitegang dengan sopir Nissan Evalia. Hingga akhirnya dia dipukuli hingga bibirnya mengeluarkan darah.

Polisi yang dianiaya itu adalah Bripka Edi Suranta Tarigan. Ia membuat pengaduan ke
Polres Deli Serdang, Selasa (14/5) sekira pukul 13.30 WIB. Edi dipukul oleh pria berinisial DA (27), di parkiran toko roti Mawar, Kec Tanjung Morawa, Kab Deli Serdang.

Edi kepada wartawan menuturkan, usai belanja di toko roti dan kue itu, Edi berniat pulang. Ketika akan mengeluarkan sepeda motornya, disaat bersamaan, mobil Nissan Evalia yang dikemudikan DA, warga Kota Binjai dan ditumpangi beberapa orang itu, mau mundur.

Loading...

Saat mundur, mobil diduga menyenggol sepeda motor Edi. Edi menegur DA hingga menimbulkan perdebatan antara keduanya.

Saat berdebat, DA melotot kepada Edi. Tatapan itu tak diterima Edi. Dia lalu menjelaskan jika dirinya personil Polres Deliserdang. Namun DA tak perduli dan makin emosi.

“Saat ku bilang aku polisi, dia seperti tak respon. Pokoknya dia seperti tak terima lah,” sebut Edi.

Perdebatan makin panas. Edi menarik kerah baju DA. Tindakan itu terpaksa diambil oleh Edi karena DA menyepelekannya meski tidak berpakaian dinas.

DA lalu mendaratkan bogeman ke mulut Edi. Darah mengucur dari bibirnya dan menetes ke jaket kuning yang dipakai Edi.

Perkelahian terjadi di antara keduanya. Berselang beberapa saat personil Polsek Tanjung Morawa turun ke lokasi. DA diamankan dan diserahkan ke Polres Deli Serdang.

Kasat Lantas Polres Deli Serdang, AKP Budi Saputro, ketika dikonfirmasi mengakui jika Bripka Edi Suranta Tarigan personil Sat Lantas Polres Deli Serdang. Sedangkan Kasat Reskrim Polres Deli Serdang, AKP Bayu Putra Samara, kepada wartawan menyebutkan jika Edi sudah membuat laporan pengaduan.

“DA sudah diamankan berikut mobil Nissan Evalia dan dijerat Pasal 351 KUH Pidana dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” kata mantan Kanit Ranmor Polrestabes Medan. (yan febri)