Polisi periksa jasad korban di TKP. (foto: wan/metro24.co)

SERGAI, Metro24.co – Isak tangis keluarga melepas jasad Nurmansyah Sipayung alias Ucok (43) ke tempat peristirahatan terakhir, Kamis (17/9/2020). Warga Dusun I, Desa Sihujan-ujan, Kecamatan Kotarih, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumut, ini tewas setelah dada dirobek pisau egrek (pisau pemanen kelapa sawit).

Informasi dihimpun metro24.co, korban ditemukan tewas di ladang sawit milik Sutimin (45) yang terletak di Dusun III, Desa Manggis, Kecamatan Serbajadi. Awalnya, pagi itu, sekitar pukul 10.00 WIB, Nurmansyah Sipayung sedang memanen buah sawit dengan pisau egrek yang dipasang kayu penyambung sepanjang delapan meter.

Diduga, pisau engrek tertimpa pelepah sawit yang jatuh. Dengan cepat mata pisau egrek menancap ke dada hingga menembus paru-paru korban. Jerit kesakitan korban terdengar oleh mertuanya, Halimah (63) yang juga bekerja sebagai buruh panen sawit di lokasi kejadian.

Pisau egrek yang tewaskan korban. (foto: wan/metro24.co)

Sontak Halimah berlari ke tempat korban dan melihat luka robek sepanjang delapan centimeter di dada menantunya itu. Halimah pun berteriak minta tolong. “Saya dan korban hanya berjarak 10 meter. Sekitar 10 menit kemudian, sudah tidak bergerak lagi dia (korban). Lokasi ini jauh dari pemukiman warga sehingga sulit minta tolong,” beber Halimah yang sudah lima tahun bekerja bersama korban.

Tak lama, petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Dolok Masihul yang mendapat informasi tiba ke lokasi kejadian. Petugas pun mendapati korban yang bersimbah darah itu sudah tidak bernyawa.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Setelah membuat surat pernyataan, petugas mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka. “Dari lokasi diamankan pisau egrek yang berlumuran darah. Korban tewas akibat kecelakaan kerja dan sudah dievakuasi ke rumah duka,” papar Kasubag Humas Polres Sergai, AKP Sopian. (wan/metro24.co)