Jasad Erwinsyah di TKP.

TEBINGTINGGI-M24

Erwinsyah telungkup kaku di kursi sofa tempatnya bekerja. Tukang cukur ‘The Gunners Barbershop’ ini dipastikan tewas setelah pemilik usaha datang ke lokasi. Apa sebab Erwinsyah tewas?

Kehebohan mewarnai rumah cukur ‘The Gunners Barbershop’ di Jln Imam Bonjol simpang Medan Lingk 3, Kel Tambangan, Kec Padang Hilir, Kota Tebingtinggi, Senin (18/2) sekira pukul 09:30 WIB.

Erwinsyah (39), seorang tukang cukur warga Desa Siarti, Kec Panai Tengah, Kab Labuhanbatu ditemukan tewas di ruang kerjanya. Saat ditemukan, Erwinsyah terkulai kaku di atas sofa.

Loading...

Tewasnya korban pertama kali diketahui Hermansyah (34), satpam Komplek Perumahan Simpang Medan. Pria warga Jln Sukarno–Hatta Lingk III, Kel Tambangan, Kec Padang Hilir, Tebingtinggi itu heran karena pagi itu pukul 09:30, ruko barbershop belum juga buka.
“Gak biasanya jam segitu ruko barbershop belum buka. Biasanya jam 08:00 sudah buka. Selama ini saya tahu kalo di dalam ruko ada dua pekerja (tukang cukur) tinggal di dalam,” ungkap Hermansyah.

Hermansyah pun mencoba memanggil penghuni ruko, namun tidak ada sahutan. “Saya gedor-gedor pintu ruko yang terbuat dari kaca, rupanya tidak terkunci. Lalu saya masuk dan saya korban dalam kondisi telungkup di atas sofa tidak mengenakan baju, hanya pake celana panjang warna hitam. Yang bikin saya sempat curiga, saya lihat kaki korban menjuntai ke lantai,” kata Hermanyah.

Begitupun sang satpam menduga jika korban sedang tertidur, hingga memutuskan kembali menutup pintu kaca yang tidak terkunci.

Sementara itu, Erwin Sihombing, pemilik barbershop, mengaku beberapa kali mencoba menghubungi handphone korban, namun tidak juga diangkat. “Saya berulang kali nelpon korban untuk menanyakan nomor kode token listrik barbershop saya karena sudah habis, tapi tak diangkat-angkatnya. Saya kira korban ketiduran,” cetus Erwin Sihombing.

Akhirnya sekira pukul 10:00 WIB, Erwin Sihombing pun datang ke barbershop miliknya. “Pas sampai lokasi, saya langsung panggil nama korban. Kebetulan hari itu di dalam ruko hanya ada korban, sedangkan teman kerjanya sudah dua hari ini pulang kampung untuk mengambil ijazah,” lanjutnya.

Karena tidak ada sahutan, Erwin pun membuka pintu ruko yang ternyata tidak dikunci. “Saya lihat korban di atas kursi sofa dalam posisi terlungkup, sedangkan kedua kakinya menjuntai ke lantai. Saya bangunkan dia, Win… Win.. bangun udah siang ini,” imbuh Erwin Sihombing.
Namun sedikitpun tidak ada reaksi dari korban Erwinsyah. “Pas saya periksa dengan teliti, ternyata dia telah meninggal. Saat itu juga saya lapor ke warga sekitar dan menghubungi Polres Tebingtinggi,” ujarnya.

Kepala Sentra Pelayanan Terpadu Polrers Tebingtinggi, Aiptu Terlaksana Sembiring kepada kru metro24 membenarkan pihaknya menerima laporan dari warga sekira pukul 10:30 WIB.
“Warga melaporkan soal kematian korban atas nama Erwinsyah, seorang pekerja tukang cukur The Gunners Barbershop di Jalan Imam Bonjol. Kami pun segera ke lokasi ,” ungkap Aiptu T Sembiring.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis oleh Tim Inafis Sat Reskrim Polres Tebingtinggi dan juga tim RSUD dr Kumpulan Pane, terang Sembiring, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. “Diduga korban meninggal karena sakit,” simpulnya.

Sementara menurut Erwin Sihombing, kepada metro24, korban tidak memiliki keluarga di Kota Tebingtinggi. Sejak bekerja di barbershop miliknya Desember 2018 lalu, korban tinggal di ruko bersama seorang temannya yang juga sesama tukang cukur. Sebelumnya korban juga kerja sebagai tukang cukur di Aceh,” kata pria yang tinggal di Jln AMD Kel Pasar Baru, Kec Padang Hulu itu.

Selama itu pula, lanjut Erwin Sihombing, korban tidak pernah mengeluh padanya tentang masalah penyakit yang diderita. “Hasil cukur dia inilah yang paling rapi dibanding rekan kerjanya yang lain,” imbuhnya.

Makanya, hingga kini jenazah Erwinsyah masih berada di lemari pendingin Ruang Instalasi Jenazah RSUD dr Kumpulan Pane, Tebingtinggi sembari menunggu keluarganya datang menjemput. (agus)