Darto.

PERCUT-M24

Darto (58) warga Dusun 7 Musyawarah F, Desa Saentis, Kec Percut Seituan hanya bisa pasrah ketika dirinya dijebolskan ke sel tahanan. Ia dituduh menggelapkan 250 tabung gas milik tokenya.

Darto menginap di sel tahanana Mapolsek Percut Seituan, sejak Kamis (28/2). Saat ditemui metro24, Jumat (8/3), menuturkan jika dirinya telah bekerja sejak 2016 di toko kelontong dan pangkalan gas yang berada di depan rumahnya. Toko tersebut milik JS anggota DPRD Deliserdang.

“Saya dituduh menggelapkan 250 tabung gas 3 Kg yang sebenarnya tidak saya lakukan,” ungkap Darto.

Loading...

Darto bercerita, bermula pada Sabtu (16/2) sekira pukul 18:00 WIB, dirinya sedang menjaga toko. Darto didatangi pria mengendarai pick-up L300. Pria itu lalu meminta 250 tabung gas.

“Dia minta 250 tabung, tapi dia justru tidak bawa tabung kosong, dengan membayar Rp4 juta untuk isinya saja. Aku heran juga, karena yang biasanya datang selalu bawa tabung gas yang kosong, tapi karena dibilangnya disuruh pelanggan toko, makanya kukasih aja. Pria itu berjanji akan mengantar 250 tabung kosongnya dalam waktu 15 menit setelah ia mengantar gas yang dibeli,” beber Darto.

Apalacur, lama ditunggu pria tersebut tak kembali. JS si pemilik toko yang juga Caleg Deliserdang dapil Percut dan Batangkuis, mengetahui hal itu. Melalui Dion, anaknya, kasus penggelapan inipun digulirkan ke polisi.

Mariyah (57), istri Darto yang juga bekerja di toko JS, menimpali jika dirinya telah meminta damai dengan JS. Tapi dengan syarat, tanah seluas 3 meter persegi milik mereka diserahkan kepada JS.

“Padahal tanah itu milik abang kandung suami saya. Makanya dia rela berikan kepada JS sebagai perdamaian agar suami saya bisa bebas,” kata Mariyah.

Namun keesokan harinya, perdamaian itu justru dibatalkan sepihak. “Dia (JS) minta keseluruhan tanah kami. Mana mungkin, karena tanah itu milik adik suami saya. Tanah yang 3 meter itu aja sudah syukur bisa diserahkan JS semia bebasnya suami saya,” tutur Mariyah sambil menangis.

Mengakhiri, Mariyah mengaku, selama bekerja di toko milik JS, ia hanya digaji Rp1,3 juta.

“Malah sejak Juli 2018, saya tidak pernah menerima gaji lagi karena harus dipotong utang yang ditotalkan JS sekitar Rp100 juta lebih,” imbuh Mariyah.
Utang itu, kata Mariyah, karena sejak 2016, suaminya ada selip menghitung keuangan. Jadi itu dikira utang pribadi suami saya. Dan sejak itu kami berdua sama sekali tidak menerima sepeserpun gaji,” pungkasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu MK Daulay membenarkan penahanan Darto terkait kasus penggelapan tabung gas. “Besok akan kita gelar kasusnya,” tegasnya. (irwan)