Kapal Trawl asal Batu Bara yang diamankan Sat Pol Air Polres Sergai

SERGAI-M24
Kapal Trawl yang diduga berasal dari Batu Bara dan Belawan kian merambah di perairan Sergai. Jumlahnya yang kian menjamur membuat nelayan tradisional Sergai tidak lagi melaut karena sering pulang dengan tangan kosong.

Meski sudah berulang kali ditangkapi Sat Pol Air Polres Sergai namun kapal perusak ekosistem laut itu tetap terus beroperasi, malah jumlahnya kian bertambah.

Menyikapi hal itu, Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto SH saat diwawancarai M24, Jum’at (1/3) usai menghadiri pelantikan DPD Pujakesuma Sergai secara tegas meminta seluruh Kapolres yang bertugas di Kab Sergai, Deliserdang, Batubara, Asahan dan Tanjungbalai untuk melakukan pengecekan dan menertibkan semua kapal pukat trawl di perairan penangkapan nelayan tradisional.

“Saya meminta Dit Pol Air Sumatera Utara dibantu Polres Sergai dan bekerjasama dengan Angkatan Laut untuk segera menertibkan alat tangkap ikan yang dilarang oleh peraturan tersebut,” tegasnya

Loading...

Jendral bintang dua ini juga mengaku sudah menggelar rapat dengan seluruh bupati dan walikota dalam mengatasi masalah kapal pukat trawl agar semua kepala daerah tingkat II menganggarkan alat tangkap yang ramah lingkungan untuk menggantikan trawl.

Sebelumnya tiga pekan terakhir ini nelayan tradisional Desa Bagan Kuala Tanjung Beringin, Sergai mengeluhkan banyaknya jumlah kapal trawl yang masuk di perairan Sergai. Dampaknya hasil laut nelayan berkurang hingga nelayan memilih tidak melaut.

“Sudah tiga pekan terakhir ini nelayan malas melaut kapal trawl mendekat ke pantai mau bertindak kita tidak mampu sedangkan Sat Pol Air Polres Sergai belum ada mengambil tindakan” ucap Herlan Rubik (50) nelayan tradisional Tanjung Beringin. (darmawan)