Indra Salahudin diperiksa Tipikor Polres Binjai

BINJAI-M24
Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Binjai melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Langkat, dr Indra Salahuddin, Rabu (15/5). Pemanggilan pejabat di Kabupaten Langkat ini sebagai saksi perkara satu sekolah di Sei Bingai.

“Dia (dr Indra Salahudin-red) dulu Plt Kadis Pendidikan,” kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan.

Kasat juga menyatakan telah menetapkan tersangka atas adanya kerugian negara. Namun berapa jumlah, kapan dan siapa saja individu atau lembaga yang terlibat, masih dirahasiakan guna penyidikan.

“Sudah ada tersangka, DPO juga sudah ditetapkan. Ada kerugian negara, masih di BPKP, belum keluar hasil auditnya,” ujarnya.

Loading...

Ke depan, lanjut Wirhan, tidak menutup kemungkinan ada perubahan status hukum Indra Salahudin, dari saksi menjadi tersangka, jika dalam proses penyelidikan lanjutan, polisi menemukan dua alat bukti.

Wirhan lebih menjelaskan, Indra Salahudin diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi penyimpangan anggaran pendidikan di satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Langkat. Detail dugaan korupsi sejauh ini masih belum dipublikasikan.

Saat perkara ini berjalan dia menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat.

“Dalam perkara ini, kita baru tetapkan satu tersangka, yakni salah satu oknum kepala SMK swasta di Langkat, masih DPO,” katanya.

Sebelumnya, Senin (13/5), dr Indra Salahuddin telah diperiksa Tim Penyidik Unit IV Tipikor Satreskrim Polres Binjai. Sekda tiba di Mapolres Binjai pukul 15.40 WIB bersama sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengendarai mobil Toyota Innova hitam BK 1888 PN. Indra langsung masuk ke Ruang Penyidik Unit IV Tipikor di lantai dua.
Ketika itu ia membantah diperiksa terkait dugaan korupsi sekolah dan datang ke Mapolres Binjai sekadar silaturahmi. (sopian)