Ketua DPD IPK Kota Medan, Thomas Purba (tengah), didampingi Sekjen Brando Z Simanjuntak dan dan Ketua LBH IPK Medan Rahmad Romy A Tampubolon.

MEDAN-M24

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Medan Ir Thomas Purba, mengecam aksi pengeroyokan yang merenggut nyawa seorang anggotanya, Jarisman Saragih (22) di Jalan Cemara, Desa Sampali Sabtu (2/2) lalu.

Thomas menyebut aksi pengeroyokan tersebut merupakan perbuatan yang tidak berprikemanusiaan. “Tindakan itu sangat tidak sportif, seharusnya seseorang (korban, red) yang sudah tidak berdaya tidak boleh diperlakukan sekejam itu. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang. Sungguh para pelaku tidak punya prikemanusiaan,” kecam Thomas didampingi Sekjen Brando Z Simanjuntak dan Ketua LBH IPK Medan Rahmad Romy A Tampubolon di Kantor DPD IPK Medan Jln Burjamhal Medan, Senin (4/2) siang.

Thomas menegaskan, insiden tersebut bukanlah bentrok, melainkan penghadangan, penculikan dan pengeroyokan yang dilakukan puluhan orang terhadap kader IPK yang melintas di Jalan Cemara, usai menghadiri pelantikan PAC IPK Medan Timur dan PAC IPK Medan Perjuangan di Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau Medan, Sabtu (2/2) sore lalu.
“Ini bukan bentrok, tetapi kader IPK dicegt oleh 50-an orang, diduga sudah perencanaan dari awal. Anggota IPK tidak ada melakukan penyerangan,” ungkapnya.

Loading...

Thomas mengatakan, selain merenggut nyawa Jarisman Saragih, pengeroyokan itu juga mengakibatkan seorang kader lainnya mengalami luka-luka.

“Mereka (para pelaku) memakai senjata airsoft gun, jadi ini sudah direncanakan. Kami minta polisi bertindak tegas menangkap pelaku, dan aktor intelektual di balik kejadian ini,” tegas Thomas.

Thomas melanjutkan, dirinya sudah menginstruksikan kepada seluruh kader IPK untuk melakukan pengawalan terkait kasus tewasnya Jarisman Saragih. “IPK sudah membuat satu sikap, mengawal terus kasus ini,” tukasnya.

Ia juga mengimbau agar seluruh kader menahan diri dengan tidak melakukan aksi pembalasan dan menjaga kekondusifitasan Kota Medan. “Imbauan saya, agar seluruh kader IPK menahan diri sepanjang aparat menangkap para pelaku. Kalau memang kita sama-sama menginginkan Kota Medan-Sumut kondusif, kasus ini harus diusut tuntas. Semua pelaku harus ditangkap, supaya kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Sebelumnya, buntut dari aksi pengeroyokan yang menewaskan Jarisman Saragih, ratusan orang berseragam loreng biru hitam menyerang kawasan Jalan Cemara. Pos satpam PT Anugrah Indonesia Service jadi sasarang perusakan.

Informasi dihimpun, ratusan massa kader IPK yang akan melayat ke rumah duka Jarisman Saragih (22) di Pematang Johar, Labuhan Deli, melintas di jJalan Cemara dengan pengawalan Brimob 1 SSK.

Namun sebagian rombongan kader yang mengendarai sepeda motor saat melintasi gerbang Perumahan Cemara langsung menuju Pos Satpam sehingga para petugas yang saat itu berjaga langsung menyelamatkan diri.

Karena masih tersulut emosi, ratusan massa kader IPK merusak Pos Satpam. “Tak hanya itu, CCTV dan layar monitor mereka rusak, sepeda motor Vario BK 2756 AGD dan Honda Beat BK 4148 AHV milik Satpam juga mereka rusak, Pengrusakan juga terjadi terhadap pos dan plang PP di sekitar Sampali,” kata salah seorang Satpam yang tak ingin disebut namanya kepada metro24 pascakejadian.

“Saya dan teman-teman langsung berlarian. Setelah kejadian tersebut, kami langsung lapor ke Polsek Percut,” ujar Satpam tadi sembari memperlihatkan bukti lapor LP/333/K/II/2019/SPKT Percut.

Sejumlah petugas Satpam Perumahan Cemara menambahkan jika insiden yang menewaskan kader IPK tidak ada kaitannya dengan mereka. “Kejadian itu tidak ada kaitan dengan kami yang bertugas sebagai satpam di Perumahan Cemara. Kenapa kami pula yang diserang?” singgungnya.

Sementara dari catatan metro24, pengeroyokan yang menewaskan Jarisman Saragih di Jalan Cemara pada Sabtu (2/2), mengingatkan terhadap peristiwa serupa dimana 4 warga yang bermukim di Jalan Haji Anif, Kampung Agas, Desa Sampali ditembak oleh oknum preman bersenjata senapan angin. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (6/1) dini hari sekira pukul 02:30 WIB dan sampai saat ini kasusnya masih mengambang di Polsek Percut.

Pasha Riki (22), Zamiat (66), M Aidil Adha alias Paidil (28) dan M Aidil (19), keempatnya warga Jalan Haji Anif, Kampung Agas, Desa Sampali, diserang sekelompok preman dikomando NN, AB dan AR. Akibatnya keempat korban mengalami luka tembakan senapan angin dan senjata tajam para pelaku.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri ketika dikonfirmasi metro24 apakah para pelaku pengeroyokan dan penembakan terhadap Jarisman Saragih ada kaitannya dengan insiden di Kampung Agas, enggan berkomentar. (ansah/irwan)

editor: juni ardi tanjung