Anggota Polri yang ditanggalkan baju dinasnya

KARO-M24

Polres Karo melaksanakan kegiatan upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada personelnya di halaman Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Senin (12/8) sekira pukul 10.00 WIB.

Upacara PTDH ini dipimpin Wakapolres Karo, Kompol Hasian Panggabean, dihadiri seluruh Kapolsek dan personel yang bertugas di wilayah hukum Polres Karo serta Muspika dan tokoh agama.

Ada dua personel yang dilakukan PTDH. Yakni, Brigadir Deri Andreas Brahmana, yang sebelumnya bertugas sebagai Brigadir Pembinaan Polres Karo dan Brigadir Rus Piccal Sihombing yang bertugas sebagai Brigadir Sattahti Polres Karo. Keduanya melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf a PPRI tentang pemberhentian anggota Polri. Sesuai Kep. Kapoldasu No: Kep/742/VI/2019/ Tmt dan Kep/741/VI/2019/ Tmt diberhentikan tanggal 31 Juli 2019.

Loading...

Pemberhentian ini juga sesuai dengan dengan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam upacara tersebut, hanya Deri Andreas yang hadir. Sementara seorang lagi, Rus Piccal hanya simbolis foto.

Pantauan awak media, Andreas tampak lemas ketika Wakapolres menyopotan baju dinas dan pangkatnya. Matanya juga berkaca-kaca saat kembali berjalan ke barisan.

Diketahui kalau keduanya diberhentikan dari anggota Polri akibat penyalahgunaan narkoba. Untuk Deri Andreas, saat ini masih tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Kabanjahe, yang ditangkap karena kepemilikan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

“Ini adalah bukti dari ketransparanan Polri dalam menindak tegas anggota yang terlibat tindak pidana. Kami tidak main-main menindak anggota yang melanggar aturan dan hukum,” jelas Hasian.

Pemecatan anggota ini, lanjutnya, untuk menghilangkan ketidakpercayaan masyarakat kepada Polri. “Belakangan ini kita dengar adanya isu dugaan kalau setiap permasalahan di tubuh Polri ditutup-tutupi. Dengan adanya PTDH ini kami buktikan bahwa kami tegas dalam menindak anggota untuk menghilangkan isu tersebut,” terangnya.

“Untuk sekarang ini, yang kita lakukan pemberhentian tidak hormat hanya 2 orang, dan untuk anggota lain ada juga yang lagi dalam proses pembinaan,” ungkapnya.

Dirinya juga mengimbau anggota Polri yang masih aktif, untuk bekerja serius dalam mengayomi masyarakat. “Kita harapkan kepada anggota lain agar bekerja sesuai prosedur dan jangan melakukan tindak pidana yang dapat mencoreng citra dari polisi,” harapnya. (herlinbarus)