Ketua LSM Target Zulfi Andri Zass bersama Wakil Ketua Ardin Asahan, OK Mochammad Rasyid SE.

KISARAN-M24

Terkait dugaan kelompok tani (koptan) ilegal yang mendapat bantuan bibit, benih dan pakan ternak dari Pemkab Asahan yang diungkap Ketua Asosiasi Rekanan Pengadan Barang Jasa Dan Distributor Indonesia (Ardin) Asahan, Suyono RW SE hendaknya ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum (APH).

Ketua Lembaga DPP LSm Target Asahan, Zulfi Andri Zass berharap APH segera mengusut tindak kejahatan persekongkolan administrasi antara dinas yang ada di Pemkab Asahan dan koptan.

“Kalau memang benar adanya dugaan pemberian bantuan pada koptan yang tidak jelas atau fiktif oleh dinas di Kabupaten Asahan, seharusnya APH harus segera mengusutnya dan melakukan penyelidikan,” tegas Zulfi Andri Zass pada metro24, Rabu (6/2).

Loading...

Apalagi, banyak koptan yang mendapatkan bantuan ternak, bibit dan benih oleh dinas-dinas di Kabupaten Asahan justru tidak jelas keberadaanya.

“Bantuan yang dilontarkan dinas pada koptan itu merupakan uang negara. Jadi semua berkas administrasi harus lengkap dan jelas. Makanya semua bantuan itu harus dapat dipertanggungjawabkan oleh semua koptan. Jangan karena sudah siap terima bantuan bibit dan benih, koptannya hilang dan bantuannya juga hilang,” tukas Zulfi Andri Zass.

Untuk itu, tambahnya, Inspektorat Asahan harus bertindak dengan berkordinasi dengan APH untuk menelusuri semua bantuan hibah pada koptan mulai tahun 2015 hingga 2018. Dirinya hakul yakin ada penyelewengan dalam pemberian bantuan tersebut.

Desakan yang sama disampaikan Wakil Ketua Ardin Asahan, OK Mochammad Rasyid SE juga mendesak APH mulai dari inspektorat, polisi dan kejaksaan segera menyelidiki semua tudingan yang dilontarkan oleh Ketua Ardin Asahan.

“Kami meminta dan mendesak aparat penegak hukum untuk memeriksa semua dokumen pada dinas-dinas yang memberikan bantuan pada koptan,” pungkasnya. (hendri)

editor: donny