MEDAN-M24

Polres Asahan diingatkan agar tetap menegakkan prosedur hukum, terkait tak ditahannya dua perangkat Desa Pematang Sei Baru, Kec Tanjungbalai, Asahan, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT).

Hal tersebut diungkapkan anggota DPRDSU, Ir Juliski Simorangkir ketika dikonfirmasi di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (15/5) siang.

Juliski menyatakan, polisi pasti punya alasan subjektif sehingga melepaskan kedua tersangka.
“Banyak faktor subjektif penyidik yang membuat seorang tersangka tidak ditahan. Dan itu diatur dalam hukum kita. Misalnya alasan tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatan dan ada yang menjamin,” katanya. Anggota Komisi E membidangi Kesra itu melanjutkan, aturan hukum memang memberi peluang seorang tersangka tidak ditahan bila ancamanan hukumannya di bawah 5 tahun. Bila benar ancaman hukuman kedua tersangka itu di bawah 5 tahun, Juliski berharap polisi transparan membeberkan kepada publik.
Tapi bila ancaman hukuman di atas 5 tahun, tetapi dibebaskan begitu saja, maka bukan mustahil bakal menimbulkan kecurigaan publik.
“Cuma, kita ingatkan polisi supaya prosedur hukum tetap ditegakkan walaupun 2 tersangka sudah dibebaskan,” tegas Juliski.

Loading...

Legislator asal Dapil Sumut IX ini melanjutkan, ketika polisi sudah menangkap seseorang dan menetapkan status tersangka, maka polisi harus pula bisa meyakinkan publik tatkala melepaskan tersangka. Artinya, timpal Ketua DPP PKPI Sumut itu lagi, kendati hanya Kadus dan Kades yang ditetapkan tersangka, tapi hukum patut bersifat equality before the law (prinsip kesetaraan di depan hukum). “Semoga polisi di sana bisa menerapkan jargon mereka profesional, modern dan terpercaya (Promoter),” tutup Juliski.

Sebelumnya, dua orang yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polres Asahan, sudah terlihat beraktifitas seperti biasa. Pihak kepolisian menyangkal keduanya dibebaskan, akan tetapi hanya tidak dilakukan penahanan.

Kedua orang yang terjaring OTT itu adalah oknum Kepala Desa Pematang Sei Baru, Hermansyah Putra dan oknum Kepala Dusun 12, Ahmad Khazali. Mereka terjaring OTT di Desa Pematang Sei Baru, Kec Tanjung Balai, Kab Asahan, Sabtu (11/5).

Menurut beberapa Kaur di kantor Desa Pematang Sei Baru, Kec Tanjung Balai, Asahan, Kepala Desa sudah beraktivitas seperti biasanya mulai Senin (13/5). “Sampai sekarang, Pak Kades sudah beraktivitas seperti biasanya,” ungkap beberapa Kaur saat ditemui di kantor desa.
Terpisah, Kanit Tipikor Polres Asahan, Iptu Agus Setiawan, menjelaskan kedua pelaku OTT terkait pengurusan surat tanah itu, tidak dibebaskan. “Dalam perkara ini, mereka berdua tidak dilakukan penahanan. Akan tetapi, proses penyidikan tetap lanjut,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon. (budiman)