Konferensi pers di Polres Nias. (foto: istimewa)

NIAS, Metro24.co – Seorang petani aniaya keponakan sendiri di Desa Sandruta, Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut), hingga tewas. Pelaku YN (46) membacok korban, OH alias AG, hingga tewas. Motifnya, diduga karena korban memp-erk-osa ML, istri YN, yang juga tante korban.

Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi wartawan. “Motifnya karena korban memp-erk-osa istri pelaku. Korban dan tersangka pembunuhan merupakan warga Desa Sandruta, Kecamatan Idanogawo,” katanya, Senin (29/6/2020).

AKBP Deni Kurniawan menjelaskan, pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2020 lalu. Sehari kemudian, Minggu, 14 Juni 2020, pelaku menghubungi kepala dusun, kemudian menyerahkan diri kepada Polsek Idanogawo.

Kronologi pembunuhan berawal saat istri pelaku, ML, sedang mencabut rumput di ladang belakang rumah. Tiba-tiba OH menyergap dari belakang, kemudian ia mep-erk-osa ML. Jerita ML tak dipedulikannya. Peristiwa itu dipergoko salah seorang tetangga yang kemudian melapor kepada YN.

YN yang emosi kemudian mendatangi pelaku yang sedang memp-erk-osa istrinya sambil membawa kayu dan parang. “Sesampainya di kebun, pelaku pada jarak 5 meter melihat istrinya dan korban sedang tiduran, di mana istri pelaku tanpa mengenakan baju sedangkan korban tidur telentang dalam situasi tidak mengenakan celana,” terangnya.

“Kemudian pelaku langsung berkata kepada korban, ‘Kenapa kamu lakukan itu ope, kelakuanmu itu seperti binatang, padahal masih tantemunya dia itu’. Sehingga korban langsung berlari ke arah rumahnya dan pelaku langsung mengikutinya,” sambungnya.

OH yang diikuti YN kemudian lari ke dalam rumahnya. Ia kemudian keluar membawa tombak, menunggu kedatangan YN. Paman dan keponakan itu pun terlibat perkelahian. Korban sempat menusukkan tombaknya, namun berhasil ditangkis YN menggunakan parang, hingga gagang kayu tombak OH patah.

Saat korban terjatuh, YN kemudian membacoki tubuh OH hingga tewas. Sempat terjadi perlawanan dari OH, ini bisa dilihat dari luka bacokan di tangan, kaki dan bagian tubuh lainnya. “YN akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (red/dc/at/metro24.co)