Mayat korban saat diidentifikasi

TELUK MENGKUDU-M24
Jainai Arifin (63) warga Dusun III, Desa Sentang, Kec Teluk Mengkudu, Sergai tewas dengan posisi tergantung di jendela kamar rumah kontraknya Minggu (3/11) sekitar pukul 13:30 WIB.

Tubuh duda 11 anak ini pertama kali diketahui Amri (16) yang baru bangun tidur siang. Ia kaget melihat ayahnya sudah tidak bernyawa dengan leher terikat tali jemuran di jerejak jendela kamarnya.

Amri histeris lalu memanggil abangnya Idrus (35) yang juga sedang berada di rumah. Selanjutnya warga yang mendengar teriakan itu langsung mendatangi rumah Jainal. Warga kemudian melapor ke Polsek Teluk Mengkudu.

Tak lama, pihak Polsek tiba di lokasi dan mengamankan seutas tali yang masih melilit di leher. Dari pemeriksaan awal tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Loading...

“Pintu kamar terbuka jadi aku lihat ayah sudah tergantung di jendela. Aku aja kaget,” ucap Amri.

Sedangkan Idrus mengaku baru beberapa Minggu tinggal di rumah. Ia tidak tahu penyebab ayahnya nekat bunuh diri. “Aku mengira ayahku masih tidur di kamar. Setelah dengar adikku menjerit aku juga kaget melihat ayahku sudah tergantung. Sejauh ini tidak ada firasat buruk akan kehilangan ayahku,” paparnya

Sementara itu Salim Kades Sentang kepada M24 mengatakan korban sudah 1,5 tahun tinggal mengontrak rumah milik Adi. Korban tidak memiliki pekerjaan. Untuk bertahan hidup korban hanya menerima kiriman uang dari anaknya yang bekerja.

“Selama tinggal di Sentang korban jarang bergaul dan dikenal tertutup dengan warga. Diduga korban nekat bunuh diri karena himpitan ekonomi,” ucap Salim.

Kanit Reskrim Polsek Teluk Mengkudu, Ipda B Manurung yang dikomfirmasi membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. “Dari pemeriksaan awal tidak ada tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dengan memberikan surat pernyataan untuk tidak diotopsi,” papar B Manurung. (darmawan)