Jasad korban di TKP

KUTALIMBARU-M24

Seorang remaja berinisial GAG (18) diserahkan keluarga kepada kepolisian. Ia nekat menghabisi nyawa tetangganya dengan alu.

Polsek Kutalimbaru mengungkap kasus pembunuhan seorang tukang pijat (terapis) Arma (56), warga Dusun VII Desa Tanjungpamah, Kec Kutalimbaru, Kab Deliserdang.

Kepada wartawan, Kamis (20/6), Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Iptu R Ginting menuturkan, setelah mendapat informasi pembunuhan dari kepala desa setempat, pihaknya langsung ke lokasi melakukan cek TKP. Ketika itu, korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi dengan kondisi berlumuran darah.

Loading...

“Dari keterangan yang kita peroleh, salah satu pasien korban yang bernama Ulina beru Sembiring datang untuk kusuk. Karena selama ini korban diketahui sebagai tukang kusuk. Dipanggil-panggil, korban tidak ada sahutan. Ulina lalu mengabari ke warga sekitar rumah korban. Berbekal informasi dari sejumlah warga, kita langsung melakukan pengembangan di lapangan,” ucap Ginting.

Belakangan, pelaku didampingi keluarga dan Kadus VII Tanjung Pama, Yamino PA, menyerahkan diri ke pihak kepolisian. Pelaku berinisial GAG (18) yang masih merupakan tetangga korban. Saat diinterogasi pelaku mengakui menganiaya korban menggunakan alu yang ada di lokasi kejadian.

“Sementara ini motif pelaku ingin menguasai harta benda milik korban. Kita juga mengamankan satu alu berbercak darah yang diduga alat untuk menganiaya korban oleh pelaku, baju, celana dan sepatu milik pelaku yang diduga dikenakan pelaku saat melancarkan aksinya. Saat kita lakukan pemeriksaan bersama Inafis Polrestabes Medan yang terjun ke TKP, korban mengalami luka koyak di bagian dagu. Barang bukti itu kita temukan di samping korban di dalam sebuah ember,” tutur Ginting.

Sementara itu, Kadus VII Tanjung Pama, Yamino PA yang dikomfirmasi melalui saluran telpon menjelaskan, korban dikenal baik dalam bermasyarakat. “Korban ini sudah empat tahun tinggal di desa kami. Setiap ada kegiatan di masyarakat, korban ini tetap hadir dan ramah,” terang Yamino PA.

Selama ini, lanjutnya, korban tinggal sendiri. Suami korban sudah meninggal dunia sekitar satu tahun. Sementara anak-anaknya sudah menikah dan ikut keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhannya korban bekerja sebagai tukang kusuk capek-capek baik dewasa dan anak-anak.

Sementara pelaku disebut baru menikah sekitar enam bulan lalu. Karena tidak punya pekerjaan tetap, pelaku masih tinggal bersama orangtuanya.

“Saat kami datang ke rumah korban, pelaku juga sempat ada di sekitar lokasi. Saat itu pelaku dan orangtuanya beretika baik dengan menyerahkan diri ke polisi. Pelaku selama ini juga baik. Pelaku mengaku datang ke rumah korban usai melayat di salah satu rumah sanak family. Karena capek, pelaku minta kusuk dan itulah awal kejadiannya,” pungkas Yamino PA. (edi)