Medan, Metro24.co – Dualisme kepemimpinan DPD II Partai Golkar Deli Serdang agaknya mulai mereda. Klaim sebagai Ketua Golkar Deli Serdang Tengku Ahmad Tala’a atau yang akrab disapa Tengku Amek hari ini ia mentahkan dengan legowo.

Dengan legowo dan tanpa paksaan, Tengku Amek menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua Golkar Deli Serdang.

“Hari ini saya tegaskan Tengku Amek mundur selaku Ketua Golkar Deliserdang. Ini merupakan sikap yang kesatria pada sistem organisasi,” Ujar Sekretaris DPD I Golkar Sumut, Ilhamsyah di hadapan 15 Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Deliserdang yang hadir mendampingi T Amek, di Aula Bermartabat Sekretariat Golkar Sumut, Jalan Wahid Hasyim, Medan pada Senin (1/3/2021).

Dalam kesempatan itu, Ilhamsyah menyampaikan kepada seluruh PK yang hadir dalam kesempatan itu agar kerja partai agar terus berlanjut.  Mundurnya Tengku Amek, kata Ilhamsyah, tidak akan memengaruhi susunan PK yang ada, khususnya terhadap 15 PK yang hadir sebagai loyalis Tengku Amek.

“Saya menjamin tidak ada Muscam ulang. 15 PK yang hadir hari ini saya janjikan tidak akan ada Muscam. Namun harus menggerakan ornamen hasta karya dan ormas hingga kecamatan,” ujar Ilhamsyah lagi.

Ilhamsyah menepis bahwa Tengku Amek dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPD Deli Serdang. “Mundurnya Tengku Amek sifatnya bukan eksekusi, tapi keikhlasan demi besarnya Partai Golkar. Untuk pengurus DPD Deli Serdang bekerja seperti biasa. Tengku Amek akan berposisi di provinsi (DPD I). Itu janji Ketua DPD I Golkar Sumut, Musa Rajekshah,” paparnya lagi.

Selanjutnya, dengan mundurnya Tengku Amek, akan dipilih pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Deliserdang yang menurut Ilhamsyah bersifat netral.

“Nantinya akan ditunjuk Plt ketua. Saya harap tidak ada kekisruhan atau kepentingan pribadi kembali. Kami paham di Deliserdang banyak kader yang punya potensi. Jadi tetap program kerja partai harus terus berjalan,” tuturnya.

“Kami tetap kawal Tengku Amek, kami tetap jaga beliau. Kemudian jabatannya sebagai Anggota DPRD Deliserdang juga tidak akan terganggu.”

Sementara itu, Tengku Amek usai menyatakan langkah yang ia ambil itu merupakan bentuk komunikasi dalam organisasi demi kepentingan besar. “Itulah adanya seperti disampaikan sekretaris. Langkah ini dalam rangka untuk meningkatkan elektabilitas Golkar di Deli Serdang. Masih banyak kerja besar yang belum tuntas,” sebutnya.

“Saya lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar sehingga Golkar kembali menjadi partai pemenang. Saya tidak keluar dari Golkar. Saya tetap komit berjuang di partai Golkar di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah,” tambah Tengku Amek.

Ia menerangkan, pihaknya juga menyatakan loyal terhadap kepemimpinan Musa Rajekshah sebagai Ketua Golkar Sumut.

“Kami semua loyal di bawah kepemimpinan Ketua Ijeck. Semangatnya adalah semangat membesarkan. Saya rela mengundurkan diri dari jabatan Ketua Golkar Deli Serdang demi kepentingan yang besar. Banyak agenda partai yang harus diselesaikan, dengan target 2024. Semoga ketua kita bisa menjadi Cagub di Sumut,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Deliserdang kini mengalami dualisme. Tengku Ahmad Tala’a dan dr Thomas Darwin Sembiring saling mengklaim sebagai Ketua DPD terpilih pada September 2020 lalu.

Hal ini terjadi setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke X Partai Golkar Deli Serdang yang berlangsung di Gedung Cadika Pemkab Deli Serdang Kisruh, Sabtu (12/9/2020) lalu.

Diketahui Tengku Amek adalah Ketua dan Thomas Darwin adalah Bendahara DPD Partai Golkar Deliserdang. Mereka juga tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD dan anggota DPRD Deliserdang. (*)