Pasangan Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution saat dilantik jadi walikota-wakil walikota Medan 2015-2020

MEDAN-M24
Keputusan Dzulmi Eldin tidak maju di Pilkada Medan 2020, menurut politikus Partai Gerindra, Ihwan Ritonga, bukti Eldin tidak haus jabatan.

Demikian dikatakan Ihwan menanggapi keputusan Eldin yang tidak akan maju di Pilkada Medan 2020, meski Wakil Ketua DPRD Medan ini mengaku terkejut dengan pemberitaan tersebut.

“Saya baru tahu keputusan bang Eldin tidak maju dari pemberitaan media. Tapi harus kita apresiasi karena memberikan kesempatan bagi anak-anak muda. Itu membuktikan bang Eldin walikota yang tidak haus jabatan,” kata Ihwan, Senin (5/8).

Sementara, Ketua DPRD Medan, Henry Jhon Hutagalung, sudah tahu mengenai keputusan Dzulmi Eldin yang tidak akan bertarung di Pilkada Medan 2020. “Ada bicara kemarin seminggu yang lalu dengan saya tentang tidak maju Pilkada,” ujarnya.

Loading...

Dikatakannya, keputusan Dzulmi Eldin tidak maju di Pilkada, karena ingin lebih menikmati masa tua bersama keluarga. “Dia, Eldin kan nothing to lose aja selama ini,” ucapnya.

Hitung-hitungan Politik
Pernyataan Dzulmi Eldin yang tak maju di Pilkada Kota Medan 2020 bukanlah sesuatu yang menghebohkan. Eldin diyakini mengeluarkan pernyataan itu dengan segala perhitungan.

Menurut Pengamat Politik Arifin Saleh Siregar, Eldin menyatakan itu tentunya dalam keadaan sadar. Artinya, Eldin telah melakukan hitung-hitungan mengenai langkahnya di Pilkada.

“Dia pasti sudah hitung-hitungan politik, peluang dan lainnya. Eldin kan orangnya sudah banyak makan asam garam politik, dia sudah menghitung-hitung kalkulasi peluang dia, perjalanan dia,” beber Arifin.

Ditambahkan Dekan Fisip UMSU ini, kalau pun misalnya pernyataan itu dicabut lagi oleh Eldin, itu sesuatu yang lumrah dalam politik. “Karena politik memiliki banyak variabel indikatornya,” ujarnya.

Jika alasan Eldin tak maju karena ingin memuluskan pemimpin muda, justru sekarang ini banyak pula kandidat yang kategori sudah tua ingin maju di Pilkada. Menyoal posisi Eldin sebagai petahana, Arifin menilai posisi itu belum tentu menjamin sebuah kemenangan pada kontestasi Pilkada. “Karena dalam perjalanan Pilkada, banyak juga petahana yang kalah,” ujarnya.

Arifin menambahkan, pada perkembangan politik Pilkada ini, banyak faktor yang menentukan, tentunya selain kekuasaan partai politik di tingkat pusat atau elite. “Ada faktor-faktor x juga yang berperan dalam Pilkada,” bebernya.

Menjelang Pilkada Kota Medan 2020, Arifin berharap tidak ada terjadi politik sandera. Misalnya, calon yang muncul itu betul-betul bertarung dalam keadaan bebas. “Ini dalam artian memang lolos untuk mendapat perahu, diusung oleh partai politik dan menjalankan perannya sebagai calon. Tidak ada upaya-upaya untuk mengintimidasi, mengancam kandidat tadi,” tandasnya.

Mundur Dulu
Ketua Fraksi PAN Kota Medan, Bahrumsyah, mengaku, sebagai partai pengusung, ia merasa perlu mendapat konfirmasi langsung dari Dzulmi Eldin. “Secara resmi akan kita pertanyakan, karena PAN dulu ikut mengusung,” ujarnya.

Bahrum menilai segala sesuatu masih mungkin akan terjadi. Sebab, proses tahapan hingga pendaftaran masih sangat panjang.

“Orang mau maju itu mundur dulu, biar kencang larinya. Bisa jadi kalau rakyat atau Parpol menginginkan untuk maju lagi,” sebut Ketua Komisi II DPRD Medan ini.

Belum Resmi
Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Hasyim mengatakan, dirinya menghargai keputusan Walikota Medan Dzulmi Eldin, yang tidak akan maju di Pilkada 2020. Menurutnya, setiap orang memiliki hak politik masing-masing yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Secara resmi Hasyim mengaku Dzulmi Eldin belum menyampaikan keputusan tersebut.

“Kita juga tidak usah berpolemik dan berlebihan dengan pernyataan beliau (Eldin),” ucapnya.

Dalam waktu dekat, kata dia, DPC PDIP akan membuka penjaringan dan penyaringan untuk bakal calon (Balon) walikota Medan. Mengenai nama-nama Balon yang muncul ke permukaan, anggota Komisi III DPRD Medan itu menyambut baik. Sebab, semakin banyak pilihan akan semakin baik untuk proses demokrasi.

“Penjaringan kan ada dari kader dan non kader, nama Bobby Nasution juga bagus,” sebut Ketua DPC PDIP Medan ini. (mbc/bar/bs)