FOTO: DR H Rahmat Shah memotong tumpeng disaksikan Wakil Gubernur Sumut, Pangdam I/BB serta tamu undangan, Sabtu (26/10).

MEDAN-M24

Suasana haru namun penuh kebahagiaan mewarnai peluncuran buku Kanker Prostat Bukan Vonis Mati, Sembuh dari Kanker Berkat Doa & Sedekah oleh DR H Rahmat Shah yang digelar di Thayyiba Hall – Wong Solo Polonia, Sabtu (26/10).

Turut hadir Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Pangdam I/BB, Mayjend M Sabrar Fadhillah, Anggota DPR RI, HM Husni Mustafa, Anggota DPD RI, Dedi Iskandar Batubara, MUI Sumut, Kadispora Sumut, Baharudin Siagian, Ketua KONI Sumut, John Ismadi Lubis, sejumlah Konsul Negara Sahabat, Komisaris Utama Bank Sumut, Rizal Fahlevi Hasibuan, Pengurus FORKI se Sumut, Pengurus PMI se Sumut, Pengurus KNPI Kota Medan, Ketua KADIN Sumut, Khairul Mahali dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Peluncuran buku Kanker Prostat Bukan Vonis Mati ini merupakan bentuk syukur seorang DR. H. Rahmat Shah kepada Allah SWT karena selamat dari penyakit mematikan tersebut. Bahkan setelah beberapa saat berdiri di atas podium, Rahmat Shah meneteskan airmatanya. Ia juga meminta kedua putranya yaitu Rollin Shah dan Rollan Shah naik ke panggung untuk mendampingi.

Loading...

Rahmat Shah pun menuturkan buku tersebut berisi perjalanan upaya penyembuhan sejak dirinya divonis menderita kanker prostat, 13 Juli 2016. Selain Indonesia, ada Malaysia, Singapura hingga Jepang didatangi sembari berharap kesembuhan.

Oleh tim medis yang ditemui, Rahmat Shah disarankan untuk dioperasi. Bahkan tim dokter memvonis dirinya hanya bertahan hidup hingga satu tahun.

Anehnya, empat kali operasi yang sudah dijadwalkan malah batal dilakukan.

Rahmat Shah kemudian dikunjungi Tuan Syekh Besilam yang melarang dirinya dioperasi. Seolah mendapat ilham, tak lama berselang, pada saat menghadiri acara cemarah agama di Mesjid Putra Jaya Malaysia Rahmat Shah menerima pesan di handphone dari dokter pribadinya yang mengabarkan ada seorang Profesor di Frankfurt, Jerman yang dapat menyembuhkan penyakit kanker prostat tanpa operasi.

Dengan bantuan teman-teman, Rahmat Shah berhasil menemui Prof Dr Michael K Stehling MD PhD di Prostata Centre, rumah sakit khusus Kanker Prostat di Jerman. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis, Rahmat Shah dan tim dokter sepakat menjalani terapi nanoknife pada 13 Maret 2017. Benar saja, setelah menjalani terapi nanoknife, kanker prostat yang sempat menggerogoti dinyatakan hilang.

“Semua berkat doa dan dukungan Keluarga, Seluruh Karyawan, serta teman-teman. Kiranya kesembuhan ini sebagai kesempatan bagi saya untuk bisa berbuat lebih banyak lagi bagi masyarakat, Agama, bangsa dan negara. Terimakasih,” ucap Rahmat Shah.

Selanjutnya Rahmat Shah melakukan pemotongan tumpeng dan menyerahkan kepada seluruh undangan. Dilanjutkan dengan pemotongan kue sebagai perayaan ulang tahun Rahmat Shah ke 69 yang jatuh pada tanggal 23 Oktober.

Pangdam I/BB Mayjend M Sabrar Fadhillah turut bersuka cita dengan kesembuhan Rahmat Shah dari kanker prostat. Ia juga berterimakasih atas semua kontribusi yang diberikan seorang Rahmat Shah untuk Sumatera Utara juga Indonesia.

Suka cita juga disampaikan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah. Ia menyebut, Buku Kanker Prostat Bukan Vonis Mati yang diluncurkan dapat menjadi motivasi bagi penderita kanker untuk sembuh.
“Juga sebagai pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan,” pesan Musa Rajekshah.

Kegiatan diawali tausiyah singkat oleh Prof Dr Muzakir MA yang mengingatkan bahwa kesembuhan hanya datang dari Tuhan. Mengutip film The Secret of God, Muzakir memaparkan empat upaya untuk mendapat kesembuhan. Yaitu selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan, menjalani hidup dengan semangat dan optimis serta berbagi dengan orang lain. Para undangan lalu disuguhkan video perjalanan Rahmat Shah sejak divonis menderita kanker prostat dan upayanya untuk mendapat kesembuhan. (dra)