Tersangka pengedar sabu-sabu

SIANTAR-M24

Ketika suami mendekam di penjara, Fatmawati alias Bunda Rizki (33), justru berjualan narkoba. Bisnisnya kemudian diendus petugas Satnarkoba Polres Siantar.

Waitress (pramusaji) ini akhirnya menyusul suaminya Muhammad Candra masuk penjara. Ia diringkus pada Jumat (10/5) sekira pukul 21.00 WIB di rumahnya di Jalan Cadika, Kel Setia Negara, Kec Siantar Sitalasari.

Dari hasil penggeledahan di bawah rak dispenser, petugas menemukan barang bukti berupa 1 dompet berisi 2 paket sabu dengan berat bruto 17 gram, 2 plastik klip kosong dan 1 sendok terbuat dari pipet. Kemudian 1 buah gulungan kertas koran berisi ganja dengan berat bruto 8,25 gram, 4 bungkus plastik klip, 2 buah timbangan digital, 2 buah mancis, 1 buah jarum sumbu, 1 buah buku notes, 1 buah sendok,1 buah kompeng karet dan 1 buah bong.

Loading...

Tidak itu saja, dari bawah rak meja televisi ditemukan 1 kotak jam yang di dalamnya 1 kotak rokok Sampoerna berisi 2 paket sabu dengan berat 45,25 gram. Kemudian di atas rak meja televisi ditemukan 1 HP Samsung. Fatmawati mengakui semua barang bukti itu miliknya.

Kapolres Siantar AKBP Heribertus Ompusunggu, melalui Kasubbag Humas, Iptu Resbon Gultom, kepada wartawan Senin (13/5) menjelaskan, Fatmawati akan diproses sesuai Pasal 35/2009 Tentang Narkotika.
Dari pemeriksaan, Fatmawati membantah sebagai penjual narkotika tersebut, melainkan sebatas pemakai saja.
“Punyaku hanya dua paket kecil dan untuk kupakai sendiri. Kalau yang banyak itu punya suamiku yang tak ku tahu disimpan di kamar,” ujar Fatmawati.
Ditambahkannya, dua paket sabu itu merupakan sisa dari lima paket sabu yang dibelinya melalui bantuan seorang teman wanita yang dijumpai. Ia bertemu dengan wanita itu ketika menjenguk suaminya Muhammad Candra di Lapas Tanjung Gusta Medan. Menurutnya suaminya masuk penjara pada tahun 2018.

Ia membeli 5 paket sabu 2 minggu lalu. Kemudian dua temannya, membeli dua paket dan 1 paket sudah habis dipakainya. “Aku menyesal. Kasihan anak ku yang umurnya masih 9 bulan harus kutitip kepada kakak iparku,” kata Fatmawati tertunduk. (adi)