JAKARTA, Metro24.Co – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kem ATR/BPN) memasang target penyelesian pengadaan tanah jalan tol ruas Cileunyi, Sumedang, Dawuan (Cisumdawu) selesai pada Oktober tahun ini. Menteri ATR/BPN Sofyan A Djalil menyatakan, kendala-kendala pengadaan lahan memang selalu ada, namun justru harus diatasi agar target tadi tidak meleset.

“Untuk membangun jalan tol, dari sisi teknis dapat dikerjakan, namun jika pengadaan tanahnya tersendat maka pembangunan jalan tol ini akan terhambat. Memang ada hambatan dalam pembebasan tanah dalam proyek tol ini, tetapi bisa kita selesaikan,” kata Menteri ATR/Kepala BPN dalam kunjungan ke lokasi, Sabtu, 18/7/2020.

Ikut dalam rombongan kunjungan tersebut antara lain Tenaga Ahli Menteri bidang Pengadaan Tanah, Arie Yuriwin; Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian; Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Provinsi Jawa Barat Yusuf Purnama, serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bandung, Hadiat Sondara Danasaputra dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sumedang, Raden Agus Sumiarsa. Tampak pula Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir.

Dalam keterangan resmi Kemeneterian ATR/BPN yang diterima Senin, 20/7/2020, Menteri ATR/Kepala BPN mengungkapkan bahwa semua stakeholder sangat mendukung pembebasan tanah Tol Cisumdawu. “Pembangunannya diharapkan selesai pada tahun 2021 dan dapat menjadi akses menuju bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka,” ujar Sofyan A Djalil.

Menurut Pak Menteri, memang masih ada masalah di Cileunyi dan Cilayung karena sengketa. “Tetapi sudah direkonsiliasi. Targetnya Cilayung kemudian Sirnamulya selesai bulan Agustus. Kita berupaya supaya hambatan pengadaan tanah dapat teratasi, sehingga target 2021 jalan ini tembus,” katanya.

Sofyan menjelaskan, progres pengadaan lahan Cisumdawu untuk tahap I saat ini sudah mencapai 98,81%. Sedangkan untuk tahap II, progresnya baru mencapai 17, 41 persen. Meskipun baru mencapai 17 persen, dirinya meyakini, melalui keterlibatan dan bantuan dari semua pihak, target pengadaan tanah untuk tahap II bisa tercapai.

“Insya Allah, untuk lahan bulan Oktober 2020 sudah beres. Nanti kita rasakan dampaknya luar biasa terhadap pembangunan Jawa Barat. Dari Cirebon ke Bandung, dari bandara akan berkembang, maka penting sekali proyek ini,” tegasnya.

Sedangkan Tenaga Ahli Menteri ATR/Kepala BPN, Arie Yuriwin dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa kegiatan pengadaan tanah dapat terhambat apabila tanah yang akan dibebaskan berstatus tanah sengketa. “Sengketa tanah yang ditemui dalam proses pembebasan tanah dalam proyek pembangunan Tol Cisumdawu sudah kami komunikasikan dengan Mahkamah Agung dan sudah ada solusi dari mereka,” ujar Arie Yuriwin.

Kakanwil BPN Provinsi Jawa Barat, Yusuf Purnama menambahkan bahwa program pengadaan tanah Tol Cisumdawu memang sudah ditargetkan oleh Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat rampung tahun ini. “Kendala berupa sengketa tanah yang ada di beberapa seksi pengadaan tanah, salah satunya di Pasar Resik, untuk penyelesaiannya sudah ada komunikasi dengan Mahkamah Agung dan harapannya tidak ada salah langkah dalam penyelesaiannya,” ujarnya.

Tol Cisumdawu memiliki panjang kurang lebih 61 kilometer dan dalam pengadaan tanah maupun pembangunannya dibagi menjadi 6 seksi. Ruas tol Cisumdawu menjadi bagian dari Jalan Tol Trans Jawa yang berada di Jawa Barat menghubungkan daerah Bandung, Sumedang, dan Majalengka. (Ali/metro24.co)
Editor: Arpani