para saksi

MEDAN-M24

Hilangnya uang Rp1,6 miliar di halaman parkir kantor Gubsu masih misterius. Pihak kepolisian belum menemukan titik terang.

“Belum ada perkembangan. Iya, semalam memang sudah ada kita periksa saksi,”jelas Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto yang dikonfirmasi usai Salat Jumat di Masjid Alfalah Mapolrestabes Medan, Jumat (13/9).

Disinggung soal barang bukti apa saja yang sudah diamankan, Kapolres belum mau merincinya. Namun, pihaknya memastikan telah mengamankan beberapa barang bukti.

Loading...

“Kalau untuk teknisnya langsung konfirmasi ke Kasat Reskrim,” sebutnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira menjelaskan bahwa polisi telah memeriksa 6 orang saksi. Diantaranya ASN Pembantu Pejabat Pembuat Transaksi Keuangan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPTK BPKAD) Sumut, M Aldi Budianto (40) dan seorang honorer, Indrawan Ginting (36).

Dijelaskan Putu Yudha Prawira, tugas dari Aldi adalah mengambil uang tersebut dari Bank untuk ditaruh di brankas bidang pengelolaan anggaran. Selanjutnya uang tersebut rencananya akan dibagikan ke seluruh pegawai kantor Pemerintahan Provinsi Sumut sebagai bonus. “Sedangkan peran Indra hanya membantu Aldi,” ujarnya.

Sedangkan uang Rp1,6 M lebih merupakan uang untuk honororium kegiatan pegawai Pemprovsu tahun 2018 dalam bentuk bonus.

“Kenapa uangnya masih ditaruh di mobil? Alasan Aldi adalah akan lebih aman membawanya ke brankas di lantai dua jika kantor sudah sepi,” tutur Putu Yudha.

Wagubsu: Kita Semua Kecewa

Peristiwa hilangnya uang tunai sebesar Rp1.672.985.500 di pelataran parkir Kantor Gubernur Sumut, Jln Pangeran Diponegoro, No.30 Medan, Senin (9/9) lalu, membuat Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah sangat kecewa. Dia pun memerintahkan kepada Inspektorat untuk segera melakukan pemeriksaan internal terhadap kejadian itu.

Hal itu disampaikan Wagub Musa Rajekshah usai memimpin rapat bersama para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tentang hilangnya uang tersebut, baru-baru ini di ruang kerjanya.

Wagub juga sangat menyayangkan mengapa uang sebanyak itu diambil secara tunai. Karena itu, selain menunggu hasil proses hukum dari pihak kepolisian, Musa Rajekshah meminta kepada Inspektorat segera melakukan pemeriksaan secara internal, terhadap pihak-pihak yang terkait. Sehingga dapat diketahui di mana kesalahannya dan menjadi pelajaran ke depan.

Wagub juga meminta kepada semua pihak untuk tidak berspekulasi lebih jauh tentang kehilangan uang tersebut. Semua pihak diharapkan sabar dan menunggu hasil proses hukum yang dilakukan aparat kepolisian.

Sementara itu Lasro Marbun, Inspektur Provinsi Sumatera Utara menyampaikan, saat ini Inspektorat sedang melakukan pemeriksaan terhadap kejadian kehilangan uang tunai dimaksud. Inspektorat akan memeriksa pihak yang terkait dengan kejadian tersebut. Pemeriksaan akan dilakukan secara profesional, obyektif, komprehensif dan legal terkait aspek formal dan materil, sebab akibat dari kejadian.

“Hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada Pimpinan. Sesuai hasil pemeriksaan akan ada konsekuensi bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. (irwan)