Sepak Terjang Benny Tjokro Foto: Arie Pratama

JAKARTA, Metro24.Co – Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan pemilik dan Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX), Benny Tjokrosaputro atau yang biasa disapa Bentjok. Benny Tjokro memang tengah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Benny Tjokro telah mengenakan baju tahanan warna pink. Ia keluar dari gedung Bundar Jampidsus Kejagung sekitar pukul 17.07 WIB, Selasa (14/1/2020).

Belum ada keterangan resmi Kejagung soal penahanan Benny Tjokro. Namun, Kuasa Hukum Benny Tjokro Muchtar mengatakan penahanan kliennya selama 20 hari. “Iya, ditahan 20 hari,” kata Muchtar di Kejagung.

Kejagung sebelumnya memastikan ada dugaan unsur kerugian keuangan negara terkait penyimpangan Jiwasraya.

“Kami berpendapat itu uang negara. Di asuransi Jiwasraya itu ada penyertaan uang negara di situ,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Adi Toegarisman kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/1/2020).

Dalam kasus Jiwasraya Kejagung pernah menggeledah Hanson International dalam kasus Jiwasraya. Penyidik menyita sejumlah dokumen dari kantor Hanson dan diperiksa juga isi perangkat komputer di perusahaan tersebut.

Lalu bagaimana sepak terjang Bentjok di pasar modal?

Pada wawancara eksklusif CNBC Indonesia dengan Bentjok pada 1 February 2018, sebuah pertanyaan dilontarkan tim CNBC Indonesia kepada Bentjok.

“Anda dikenal sebagai market maker di bursa?] Itu terlalu dibesar-besarkan, yang lebih sering main lebih banyak,” kata Bentjok saat itu di kantornya di lantai 21 Mayapada Tower, Sudirman, Jakarta.

Bentjok adalah adalah Dirut Hanson setelah disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 11 November tahun lalu. Sementara Direktur Utama MYRX sebelumnya, Agus Santoso, diputuskan mengisi jabatan Komisaris Utama.

Sebelumnya Benny mengajukan diri sebagai presiden direktur, setelah Hanson terkena beberapa isu negatif dalam beberapa pekan terakhir. Pada awalnya, Benny Tjokro yang merupakan pemilik Hanson menjabat sebagai direktur utama, namun kemudian mengundurkan diri dan menjabat sebagai komisaris utama. Pada Oktober 2019, Benny Tjokro pun mengundurkan diri jabatan Komut Hanson.

Bentjok sudah lama berkecimpung di dunia pasar saham dan berasal dari latar belakang keluarga yang berbisnis tekstil.

“Saya sudah lama, masih kuliah saja sudah main saham. Umur 18 tahun – 19 tahun. Ya ikut temen saja ngantre-ngantre beli saham IPO (Initial Public Offering/IPO) tahun 1989 waktu itu baru mulai-mulai hot kalau ditanya di Indonesia saat itu mungkin belum banyak yang berpengalaman karena baru mulai pasar modalnya. Masih fisik itu serah terima sahamnya, pakai papan tulis,” cerita Bentjok.

Selain MYRX atau Hanson, Bentjok juga sering keluar-masuk di saham RIMO atau PT Rimo Internasional Tbk. Soal ini, Bentjok menjawab “Saya kan kadang-kadang melakukan transaksi repo. Repo kan bukan jual beli, tapi pinjam uang jaminan saham. Jadi kadang-kadang kalau saya melakukan repo, normal lah saya meminjam duit mereka minta dibalik nama. Jadi itu bukan transaksi beneran, tapi repo.”

“Repo saya kebetulan lagi aktif, ada yang cair jatuh tempo saya kasih. Ada yang ngasih fresh money minta dibalik nama ke dia. Lawan reponya kan enggak cuma satu, banyak. Enggak semua yang melibatkan nama saya itu jual beli. Kalau jual beneran saya melakukan private placement itu jual beneran. Kalau repo kan cuma saya gadaikan saham saya jadi ya mereka minta dibalik nama.”

Laporan keuangan Hanson 2018 mengungkapkan, Bentjok adalah warga Negara Indonesia kelahiran Surakarta pada 1969. Dia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti tahun 1995. Bentjok adalah putra dari Handoko Tjokrosapoetro (ayah) dan cucu dari Kasom Handoko Tjokrosapoetro, pengusaha batik pendiri merek Batik Keris, yang juga dikenal sebagai developer terkemuka.

Selain Komisaris Utama Perseroan (2017 – 2018) dan menjadi Dirut Hanson, sejumlah jabatan lain juga pernah dan sedang diembannya di antaranya:

– Direktur PT Ciptawira Binamandiri (1992-sekarang)
– Direktur Utama PT Ciptawira Senasatria (1993-sekarang)
– Komisaris Utama PT Rukun Raharja Tbk (2002-2008)
– Komisaris Utama PT Gelar Karya Raya (2007-sekarang)
– Direktur Utama PT Mandiri Mega Jaya (2013-sekarang)
-Direktur PT Duta International Global Mandiri (2013-sekarang)
– Direktur PT Graha Interjaya Agung (2013-sekarang)
– Direktur PT Grand Mitra Guna Mandiri (2013-sekarang)
– Direktur PT Puta Asih Laksana (2013-sekarang)
– Direktur PT Sisi Harapan Gemilang (2013-sekarang)
– Direktur PT Harvest Time (2013-sekarang)
– Direktur PT Junti Mas Lestari (2013-sekarang)
– Direktur PT Bandawibawa Asih (2013-sekarang)
– Direktur PT Bramind Mitra Utama (2013-sekarang)
– Direktur PT Bumi Artamas Sentosa (2013-sekarang)
– DirekturPT Bumi Tunggal Persada (2013-sekarang)
– Direktur PT Candra Tribina (2013-sekarang)
– Direktur PT Citraindo Nusamaju (2013-sekarang)
– Direktur PT Majarata Indahtama (2013-sekarang)
– Direktur PT Putra Marga Tapa (2013-sekarang)
– Direktur PT Taruna Duta Subur (2013-sekarang)
– Direktur PT Armidian Karyatama Tbk (2013-2016)
– Direktur Utama PT Hanson International Tbk (2014-2017)
– Direktur Utama PT Armidian Karyatama Tbk (2016-2017)
Kata “Sekarang” dalam periode kepemimpinan di perusahaan-perusahaan tersebut mengacu pada laporan keuangan 2018. (tas/tas/*)

Editor : S Tandang
Sumber : CNBC