Ilustrasi.

PERCUT-M24

Ika (35) hanya bisa mengelus dada. Wanita warga Jln Pertiwi, Kel Bantan, Kec Medan Tembung amat terpukul begitu dengar pengakuan putri sulungnya, Mawar (15) –nama disamarkan– , sudah tak suci lagi. Dua kali siswi SMA di Medan itu digagahi MH (19), kakak kelasnya.

Kasus asusila ini, sebagaimana dituturkan Ika terjadi pada Desember 2018. Kala itu Mawar yang sedang liburan sekolah pergi dari rumah tanpa pamit pada orang tuanya.

Tak ingin terjadi sesuatu pada anak gadisnya, Ika pun pergi menjumpai MH (19), pemuda yang tinggal di Perumahan Albania Jln Pertiwi, Kel Bantan, Kec Medan Tembung. Pasalnya, MH dikenal dekat dengan Mawar. Namun saat bertemu MH, pemuda yang duduk di kelas XII SMA di Medan itu menjawab tidak tahu dimana keberadaan Mawar.

Loading...

Setelah 2 hari Mawar tak kunjung pulang, Ika lalu menemui Lora, teman korban di rumahnya di Jln Letda Sudjono, Kel Bandar Selamat, Kec Tembung. Dari keterangan Lora, akhirnya diketahui jika Mawar berada di Hotel Saudara Syariah Jln Laksana, Kota Matsum, Kec Medan Kota. Malam itu juga, Sabtu (22/12/2018), Ika bersama Lora dan temannya pergi ke hotel tersebut.

“Tapi waktu kami ke sana, putri saya tidak ada. Kami malah ketemu MH. Si MH ini anak semata wayang dari seorang pegawai di Medan, berinisial BH,” kisah kepada metro24, kemarin (17/2).

Ika pun langsung menanyakan Mawar pada pemuda yang berencana masuk Akpol itu. MH masih mengaku tidak tahu, tapi dia berjanji akan mencari Mawar.
Esoknya, Minggu (23/12/18), Ika yang sedang berada di rumah akhirnya dapat kabar dari teman Mawar jika putrinya sedang ngumpul bersama beberapa temannya di Hotel Polonia Medan.

Info berharga itu langsung dikabari Ika pada MH sekaligus menyuruhnya agar menjemput Mawar di Hotel Polonia. “Saya suruh dia (MH, red) karena saya percaya sama dia,” ungkap Ika.

Setelah ditunggu, akhirnya Mawar pulang di hari ketiga dia menghilang. “Langsunglah saya tanyai dia (Mawar, red) kemana saja sejak pergi dari rumah. Akhirnya saya bisa terkejut, karena putri saya mengaku waktu dijemput MH, justru jadi korban nafsu MH. Putri saya digagahi MH di kamar mandi Hotel Polonia Medan pas sama kawan-kawannya. Setelah digagahi, barulah anak saya diantaranya pulang,” ucap Ika geram.

Tak hanya itu, kegeraman Ika bertambah lantaran setelah kejadian di hotel, MH mengulangi perbuatan keji itu di rumahnya. “Anak saya dibawa masuk ke kamarnya. Kebetulan di rumah itu tidak ada orang. MH kemudian menggauli putri saya,” imbuhnya sembari menghela nafas.
Tak terima atas perlakuan MH, Ika memutuskan melaporkan perbuatan pelaku ke Polsek Percut Seituan pada Senin (24/12/18).

“Sebelum pengaduan itu, kita sudah datangi keluarga pelaku. Di hadapan keluarganya, MH bahkan mengakui perbuatannya. Tapi keluarganya seakan tidak perduli,makanya saya laporkan ke polisi,” cetus Ika.

Ika berharap kasus asusila yang dialami putrinya segera diproses polisi. “Sudah hampir dua bulan kasus ini saya laporkan tapi belum ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu MK Daulay kepada metro24, Senin (18/2), membenarkan laporan korban.

“Sudah kita gelar perkaranya dan rencananya akan kita keluarkan surat penangkapan terhadap pelaku,” tegas Daulay.(irwan)