Suasana di PN Binjai

BINJAI-M24

Dalam sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dalam kasus pembunuhan terhadap janda beranak 1, Linda alias Lin (40) terungkap bahwa terdakwa Sofyan Wahid (42) terus mengantuk-antukan kepala korban ke dinding meski sudah tak bernyawa lagi.

Keterangan yang disampaikan oleh tenaga forensik bernama dr Agus sebagai saksi ahli di hadapan Hakim Ketua Fauzul Hamdi SH langsung dibantah oleh terdakwa hingga memancing emosi keluarga korban.

Usai sidang, keluarga korban pun langsung menyerang terdakwa saat digiring keluar dari ruang sidang ke tahanan. “Mati kau pembunuh, mati kau ya binatang, bukan manusia kau ya, orang udah hilangpun nyawanya masih tega kau antuk-antukkan kepalanya ke dinding, kejam kali ah, ” ujar Jira salah seorang keluarga korban.

Loading...

Dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, keluarga korban yang sudah tersulut emosi sempat memukul kepala terdakwa dengan selop. “Dibilangnya pakai pisau dapur, tak ada pisau dapur, dibawanya pisau sendiri memang sudah disiapkannya, pembunuhan berencananya dia itu,” kata Jira.

Dalam sidang, dr Agus menerangkan bahwa korban meninggal dengan sejumlah luka tusukan secara berulang ulang. Bahkan di kemaluan korban juga tak luput dari luka tusukan senjata tajam.

“Selama saya bertugas baru kali ini saya menemukan pembunuhan sesadis ini. Dimana kemaluan korban juga ditusuknya pakai senjata tajam,” katanya.

Dia berpendapat kalau pelaku seperti memiliki dendam kesumat terhadap korban. Hal ini dapat terlihat dari cara pelaku menghabisi nyawa korbannya. “Sekali dua kali ditusuk korban masih berusaha melawan hingga akhirnya pelaku pun menikami berkali kali,” ujarnya.

Tak habis pikirnya lagi, kata dr Agus kenapa kemaluan korban juga ditusuk oleh pelaku. “Jadi sepertinya kayak dendam kali pelakunya ini sampai sampai kemaluannya pun ditusuk,” ujarnya. (sopian)