Hakim menunda sidang Eldin. (foto: ist/metro24.co)

MEDAN, Metro24.co – Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan menunda sidang dugaan korupsi Walikota Medan Nonaktif, Dzulmi Eldin, karena para saksi yang notabenenya pejabat Pemko Medan tak bisa hadir karena berstatus orang dalam pantauan (ODP) virus corona, Kamis (26/3/2020).

Sama seperti sidang Eldin, sidang mantan anak buah Eldin dalam kasus yang sama, Samsul Fitri (eks Kasubbag Prokoler), juga ditunda. Pasalnya, saksi yang dihadirkan dalam sidang Samsul Fitri sama dengan yang akan dihadirkan di sidang Eldin.

Perihal ketidakhadiran 9 saksi dalam sidang Eldin diungkapkan jaksa penuntut umum (JPU) KPK, Siswandono, kepada majelis hakim yang diketuai Abdul Aziz. Sementara terdakwa Dzulmi Eldin telah hadir di ruang sidang. Pantauan metro24.co, ruang sidang tampak sepi, sementara Eldin terlihat mengenakan masker.

“Memohon kepada majelis hakim, agar sidang pada hari ini untuk ditunda dikarenakan 9 saksi sedang masa karantina (observasi, Red) di rumah,” kata JPU KPK, Siswandono.

JPU KPK mengatakan, para saksi saat ini berstatus ODP dan sedang dalam masa karantina hingga 14 hari ke depan. “Para saksi yang akan dihadirkan terdiri dari karyawan (pejabat, Red) Pemko Medan yang saat ini sedang dalam pantauan Dinas Kesehatan,” jelas Siswandono.

Terkait penundaan tersebut, penasihat hukum terdakwa merasa keberatan dan meminta untuk ditunda hingga bulan Mei mendatang dengan alasan penyebaran virus corona semakin meresahkan. Namun hakim menolaknya, sebab masa penahanan Eldin akan segera habis. “Tidak bisa, karena ini masa tahanannya akan segera habis bila terlalu lama,” jelas majelis hakim.

Hakim menyarankan akan melakukan sidang online untuk ke depan, agar menjaga sosial distensi antara saksi, terdakwa, dan para jaksa. “Bisa aja nanti kita kedepannya melakukan sidang online,” ujar hakim. Mendengarkan hal tersebut, penasihat hukum melunak dan menghargai keputusan hakim. (red/metro24.co)

Editor: H Talib