Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum memberikan pengarahan kepada siswa SIP ke-49. (foto: ist/metro24.co)

JAKARTA, Metro24.co – Setukpa Lemdiklat Polri melaksanakan pembukaan kegiatan Sentuhan Satu Jam Agama SIP 49 Penuh Inspirasi (Sensasi), pada Selasa (28/7/2020).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kasetukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum, beserta tokoh agama di antaranya Islam, Khatolik, Protestan dan Hindu dan peserta didik SIP angkatan ke-49 TA 2020 dalam video conference, bertempat di central vicon Setukpa gedung Anton Sudjawo.

Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum memberikan pengarahan kepada siswa SIP ke-49 bahwa kegiatan ini sebagai pengganti kegiatan di Setukpa selama serdik masih berada di rumah masing-masing.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa serdik yang dapat di aplikasikan di masyarakat bahwa Instansi Polri sebagai contoh yang baik dan sebagai sarana untuk menebar kebaikan di satuan kerja masing masing peserta didik.

Harapan Kasetukpa Lemdiklat Polri dengan adanya kegiatan ini agar siswa bisa memiliki moral yang baik, dapat menjadi pemimpin dalam keluarga dan masyarakat setempat dan dengan kegiatan ini dapat menjadi role model yang dapat dicontoh oleh peserta didik untuk selalu mengedepankan pendekatan keagamaan dalam pelaksanaan tugas sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat agar terciptanya harkamtibmas.

Dalam program acara Sensasi hadir selaku pembicara di antaranya
Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum (Kasetukpa Lemdiklat Polri), Ustadz Zulfan Nababan, Ustadz Zam Zam (dari tokoh agama Islam), Romo Dwi (tokoh Agama Katholik), Pendeta Ferry Wulur (Tokoh Agama Protestan), AKBP I Ketut Pengadilan SH MH (tokoh Agama Hindu).

Kasetukpa juga menyampaikan program Sensasi ini juga dapat diikuti oleh seluruh keluarga peserta didik di rumah masing masing. Materi yang disampaikan para pembicara diantaranya untuk agama Islam isi muzakarah adab-adab agama sehari-hari berkenaan dengan adab wuduk/bersuci, adab Istinjak (Buang Air Besar dan Air Kecil, adab mandi junub, adab suami istri, adab mendidik anak menjadi anak yang sholeh, sholehah, adab bergaul dengan masyarakat (tetangga lingkungan, teman dan pimpinan di kantor dan masyarakat luas, serta mudzakarah adab lainnya.

Majelis belajar dan mengajar Al Qur’an berkenaan dengan memperbaiki bacaan dalam sholat. Menghafal surat-surat pendek Al Qur’an (minimal 10 surat Terakhir Al Qur’an).

Sedangkan untuk agama Katolik dan Protestan adalah pelatihan memimpin Liturgi dan Oikumene dalam Level Regu/Tim. Sementara untuk agama Hindu dan Budha adalah Persembahyangan di Pura, Persembahyangan Welangsasih dan lain lain.

Target kegiatan adalah Setiap Serdik SIP 49 setelah Lulus diharapkan mampu memahami dan mempraktekkan ajaran agamanya masing-masing dalam kehidupan serta mampu memimpin pelaksanaan kegiatan keagamaan dalam lingkungan masyarakatnya.

Ketika Serdik dapat memahami sedikit banyak tentang ajaran agamanya masing-masing dan mampu mengamalkan serta memimpin pelaksanaan ibadah di agamanya masing-masing, maka akan melahirkan sosok insan kepolisian Promoter yang sejati, yang mencintai dan dicintai Tuhan Yang Maha Kuasa, keluarganya, rekan-rekan sejawat dan pimpinan di kepolisian, masyarakat luas, bangsa dan negara, serta dapat menjadi penggerak contoh tauladan yang baik di tengah tengah kehidupannya. (red/metro24.co)