Jasad Maraden Sianipar di TKP

LABUHANBATU-M24

Sengketa lahan di Sumatera Utara kembali menelan korban jiwa. Wartawan dan mantan caleg ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.

Warga Jln Gajah Mada, Rantau Prapat, Kab Labuhanbatu gempar. Maraden Sianipar (55) dan Martua P Siregar alias Sanjai (42) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di dalam parit perkebunan kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amalia.

“Benar, semalam sore ada temuan mayat warga Rantauprapat di dalam parit kebun. Masih dalam penyelidikan, kita terus berupaya secepatnya pelaku dapat segera tertangkap,” ujar Kapolsek Panai Hilir, AKP Budiarto viaseluler kepada wartawan, Kamis (31/10) pagi.

Saat ditemukan, terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Bahkan tangan kiri Maraden Sianipar putus. Polisi menduga kedua jasad adalah korban pembunuhan.

Untuk pemeriksaan medis awal, kedua jasad dibawa ke Puskesmas Sei Berombang. Selanjutnya dengan menggunakan ambulans, kedua jasad dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih di Pematangsiantar.

Petugas juga telah meminta keterangan dari lima saksi. Dari situ diketahui jika, Selasa (29/10) sekitar pukul 17:00 WIB, korban Maraden Sianipar meminjam sepedamotor milik Burhan Nasution untuk berangkat ke ladangnya yang melewati perkebunan kelapa sawit milik PT SAB/KSU Amalia.

Korban berlalu dengan membonceng Martua P Siregar alias Sanjai. Menurut BN, warga Sei Sialai, Desa Wonosari, kedua korban terlihat memasuki areal perkebunan sekitar pukul 13:00 WIB.

“Saya sempat melarang beliau, lantaran takut terjadi hal buruk, sebab hari Senin lalu saya melihat tiga orang lelaki diduga penjaga palang keluar masuk perkebunan sambil membawa sajam (senjata tajam). Namun korban tak peduli dan meninggalkan kami berdua di warung kopi,” terangnya.

Hingga pukul 15:00 WIB, BN mengaku masih berkomunikasi dengan korban melalui handphone milik Burhan Nasution. Tetapi setelah pukul 15:30 WIB, korban tak lagi mengangkat telponnya meskipun nada panggilan masuk. Hingga malam hari, handphone korban masih aktif meskipun tak kunjung diangkat.

Karena motornya tak kunjung kembali, Burhan Nasution melaporkan peristiwa itu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Panai Hilir, Rabu (30/10) pukul 14:00 WIB.

Bersama sejumlah personel Polsek Panai Hilir, Burhan berangkat menuju PT SAB/ KSU Amelia untuk mencari keberadaan korban. Dua jam melakukan pencarian, mereka menemukan Maraden Sianipar dalam kondisi tak bernyawa di belakang gudang kontainer milik PT SAB/KSU Amalia, di Dusun VI, Desa Wonosari, Kec Panai Hilir, Kab Labuhanbatu.

Maratua Parasian Siregar yang dikabarkan hilang baru ditemukan esok harinya, Kamis (31/10) sekitar pukul 10:00 WIB. Hanya sekitar 400 meter dari lokasi jasad Maraden Sianipar ditemukan. Tak jauh beda, jasad Maratua juga ditemukan penuh luka sayat.

Peristiwa itu menyisakan kesedihan bagi warga. Apalagi Maraden Sianipar yang sempat menjadi calon legislatif (caleg) dan Maratua yang seorang wartawan dan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini selalu membela warga terkait konflik lahan perkebunan yang telah disita Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara untuk dijadikan kawasan hutan.

“Almarhum baik dan selalu memperjuangkan warga. Cepatlah ditangkap pembunuhnya,” harap Samsul Sipahutar, teman korban.

Hal itu diamini Ketua LSM Lembaga Pemantau Independen Asset Negara (LIPAN), Syamsul Sitepu. “Iya, korban Sanjay memang giat menyoroti dan mengkritisi soal lahan itu,” ungkapnya kepada wartawan.

Syamsul yang juga rekan korban, mengakui jika di areal PT SAB/KSU Amelia tersebut sering terjadi keributan mengarah kekerasan antara warga yang mengklaim areal milik mereka dengan orang tidak dikenal yang menjaga areal tersebut.

Sementara itu, jasad Maraden Sianipar diketahui tiba di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, sekitar pukul 14.00 WIB. Seterusnya, mayat dilakukan otopsi. Pantauan di Ruang Forensik RSUD Dr Djasamen Saragih, terlihat Tim Reserse Polres Labuhan Batu, Subdit Krimum Polda Sumut dan Tim Labfor Medan mengawal proses otopsi hingga selesai pukul 19:15 WIB.

Sedang jasad Sanjay masih dalam perjalanan menuju Kota Siantar. Rencana jasad Maraden Sianipar akan dikebumikan pada Sabtu (2/11). “Bapak dikubur di kampung nenek di Kabupaten Tobasa Kecamatan Laguboti,” ucap anak korban, Alvredo Sianipar. (zainul/berbagai sumber)