KISARAN-M24

Dua orang yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polres Asahan, sudah terlihat beraktifitas seperti biasa. Pihak kepolisian menyangkal keduanya dibebaskan, akan tetapi hanya tidak dilakukan penahanan.

Kedua orang yang terjaring OTT itu adalah oknum Kepala Desa Pematang Sei Baru, Hermansyah Putra dan oknum Kepala Dusun 12, Ahmad Khazali. Mereka terjaring OTT di Desa Pematang Sei Baru, Kec Tanjung Balai, Kab Asahan, Sabtu (11/5).

Menurut beberapa Kaur di kantor Desa Pematang Sei Baru, Kec Tanjung Balai, Asahan, Kepala Desa sudah beraktivitas seperti biasanya mulai Senin (13/5). “Sampai sekarang, Pak Kades sudah beraktivitas seperti biasanya,” ungkap beberapa Kaur saat ditemui di kantor desa.

Loading...

Camat Tanjung Balai, Idris, mengaku kecewa dan malu terhadap perbuatan yang dilakukan oleh kades dan kadus di jajarannya.

“Kami sangat malu dan kecewa karena mereka melakukan perbuatan pungutan liar hingga jutaan kepada warganya,” ujar Idris, Selasa (14/5).

Terpisah, Kanit Tipikor Polres Asahan, Iptu Agus Setiawan, menjelaskan kedua pelaku OTT terkait pengurusan surat tanah itu, tidak dibebaskan. “Dalam perkara ini, mereka berdua tidak dilakukan penahanan. Akan tetapi, proses penyidikan tetap lanjut,” ungkapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon.

Sebelumnya, Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu, menjelaskan, kadus meminta uang sebesar Rp5 juta kepada Indra Susanto yang sedang mengurus surat tanah atas nama pemilik sebelumnya pada Jumat 10 Mei 2019.

Kadus diperintah oleh tersangka kepala desa. “Apabila uang tersebut tidak dikasih, maka surat tanah tersebut tidak akan diberikan ke korban,” papar Faisal. (deddy)