Medan, Metro24.co – Waka Polda Sumut, Brigjen Pol Dadang Hartanto, menjadi narasumber seminar nasional secara virtual yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Kamis (18/2).

Dalam seminar bertemakan “Polri Presisi dan Harapan Masyarakat, Dadang Hartanto menjelaskan salah satu konsep dalam Polri Presisi kedepannya akan menggunakan mesin agar polisi yang bertugas tidak bisa disuap.

“Mesin itu sifatnya normatif, mesin tidak bisa dibohongi, mesin tidak bisa disuap, mesin tidak bisa dimainkan kecuali dihack. Kalau di hack ketahuan,” katanya saat memberikan penjelasan saat seminar yang dihadiri Rektor UMSU Agussani, beserta PJU Polda Sumut.

Dadang mengatakan, penggunaan mesin ini baru bisa dilakukan di kota-kota besar di Indonesia. Dengan adanya penggunaan mesin, interaksi antara personil kepolisian dengan masyarakat akan dikurangi.

“Interaksi antara polisi sebagai individu dengan masyarakat itu dikurangi, menggunakan mesin,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu penggunaan mesin adalah proses tilang bagi pengendara yang melanggar lalu lintas. Setiap tilang kepada pengendara ini akan tercatat ke dalam surat keterangan catatan kepolisian.

“Dalam satu bulan tercatat dia, tidak menggunakan helm sekian, melanggar lalu lintas sekian, maka kita akan bisa lihat kecenderungannya untuk melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Dadang menambahkan, dengan adanya penggunaan mesin ini diharapkan dapat merubah cara pikir masyarakat. Diharapkan masyarakat dapat lebih patuh terhadap peraturan yang ada.

Selain tilang, Polri juga akan lebih aktif dalam menggunakan call center 110. Dengan adanya call center, respon kepolisian terhadap keluhan masyarakat akan semakin cepat.

“Polri yang Presisi ditunjukkan melalui pelayanan administrasi kepolisian, respon terhadap panggilan masyarakat, penyelesaian akar permasalahan potensi gangguan Kamtibmas, penegakan hukum dengan rasa adil,” pungkasnya. (wol/lvz/data3)