aksi unjukrasa orang tua siswa

KARO-M24
Puluhan orangtua/wali murid mendatangi SD Negeri 1 Desa Sukanalu, Kec Barus Jahe, Kab Karo, Senin (9/9). Mereka menyesalkan perbuatan seorang guru bernama Rohansa Bru Sembiring.

Menurut seorang wali murid, Abram Sitepu, mereka sudah seri mendengar laporan miring terkait Rohansa Bru Sembiring. Ini merupakan kali ketiga para wali murid menggelar demo terkait permasalahan itu. “Dia memukul kepala seorang guru kelas tiga, Bru Karo Sekali dengan menggunakan batu. Sampai bersimbah darah kepala guru itu. Kurang lebih dua minggu yang lalu kejadiannya itu,” tutur Abram Sitepu.

Tak hanya itu, lanjutnya, mereka juga sering menerima pengaduan dari anak-anak bahwa Rohansa Bru Sembiring kerap menyebut siswanya dengan sebutan binatang. Seperti kambing dan monyet. Untuk itu, para wali murid meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Karo memberi tindakan tegas.

“Apabila oknum guru tersebut masih mengulangi perbuatannya melontarkan kata-kata kotor dan membuat ulah dan tetap dipertahankan oleh Dinas Pendidikan Karo, kami para wali murid sepakat untuk mengajukan perpindahan sekolah anak-anak kami keluar Desa Sukanalu ini,” tegas Abram Sitepu diamini puluhan wali murid lainnya.

Loading...

Permasalahan itu pun menjadi perhatian Kadis Pendidikan Karo, Drs Edy Surianta Surbakti MPd. Didampingi Kabid SD Parlindungan Gurusinga dan Bahtera Ginting sebagai pengawas sekolah mendatangi SD Negeri 1 Sukanalu. Di situ mereka menggelar musyawarah bersama puluhan wali murid di Ruang Rapat Guru disaksikan Kasek SD Negeri 1 Sukanalu, Normalinda Bru Sembiring.

“Hal ini sangat kita sayangkan terjadi di sekolah. Seharusnya sebagai pendidik dapat memberikan contoh yang baik dan dapat menjadi suri tauladan kepada murid dan beretika baik selaku orang yang berpendidikan,” ujarnya.

Atas peristiwa itu, lanjut Edy Surianta, pihaknya akan melakukan proses pengawasan secara intensif. “Kita minta masyarakat bersabar, karena sekarang akan kita lakukan pengawas secara intensif di sini. Kita juga enggak bisa langsung memindahkan jika ada guru yang bermasalah. Nanti takutnya untuk guru yang mau pindah, malah jadi modus mencari masalah juga,” katanya.

Eddi juga meminta kepada seluruh guru untuk lebih menjaga etika. Baik dengan sesama guru, maupun kepada seluruh siswa. Dirinya mengimbau agar jika ada permasalahan, hendaknya dibicarakan secara langsung dan dengan kepala dingin. (sekilap)