ilustrasi.

MEDAN-M24

Penyelidikan terkait pembobolan kantor PT. Arco Kebun Alur Buluh Langsa, Desa Alur Buluh, Kec Birem Bayeun, Aceh Timur, dinilai berjalan lambat. Padahal empat orang saksi telah dimintai keterangan pascapembobolan yang terjadi pada 6 Februari 2019.

Atas kejadian tersebut PT. Arco mengalami kerugian uang sejumlah Rp312 juta yang berada dalam brankas. Menanggapi ini, Direktur PT. Arco T. Hasyimi SE, saat dihubungi oleh awak media M24 mengatakan belum ada perkembangan yang berarti dari hasil penyelidikan Polres Langsa.

“Sampai saat ini nampaknya belum ada hasil dari penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Langsa. Yang kami tahu pihak Polres Langsa sudah memanggil beberapa saksi yg berasal dari karyawan kebun kami, baik dari tingkat staf, petugas kantor dan petugas keamanan,” ungkap Hasyimi.

Loading...

Tapi dari hasil pemeriksaan sementara, kata Hasyimi, belum ada mengarah kepada pelaku pembobolan kantornya.

“Kami juga sudah menyampaikan beberapa informasi-informasi yang kami kira cukup penting terkait pembobolan kantor kami, tapi belum ada tindak lanjut oleh Polres Langsa, sehingga terkesan penyelidikannya berjalan lambat. Tapi mungkin Polres Langsa punya strategi tersendiri utk mengungkap kasus ini,” tuturnya.

Hasyimi melanjutkan, yang disesalkan akibat pembobolan tersebut adalah, sebagian besar dari uang yang hilang tersebut adalah uang koperasi karyawan. Rencananya uang akan dibagikan pada 7 Februari 2019 dan uang kedai koperasi.

“Kejadian ini membuat aktifitas kedai koperasi terhenti dan ini sangat menyulitkan karyawan kebun dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Namun kami percaya dan menyerahkan¬† sepenuhnya penyelidikan kasus ini kepada Polres Langsa,” urainya.

Terkait perkembangan penanganan kasus pembobolan brankas itu, Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan melalui Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma menuturkan, sejauh ini sudah empat saksi yang duiambil keterangannya. Keempat saksi itu yakni dua sekuriti yang saat kejadian sedang bertugas jaga, serta Kepala Tata Usaha (KTU) dan Kasir PT Arco.

“Pekan depan, empat saksi lainnya akan dipanggil ke Polres Langsa untuk dimintai keterangan,” ungkap Agung Senin (11/3).

Diketahui, dalam pembobolan itu PT Arco kehilangan uang tunai Rp312.465.000.

Aksi pencurian itu sendiri pertama kali diketahui pada Rabu (6/2/2019), sekitar 05.30 WIB. Ketika itu, dua petugas kebersihan di PT Arco, yakni Herianto dan Sri Safitri, kaget melihat kondisi ruangan kasir di kantor PT Arco pintunya rusak dan terbuka, sementara seisi ruangan berserakan.

Melihat itu, Sri dan Herianto melapor kepada kasir kebun. Kasir memberitahukan kepada Koordinator Staf, Dedi Safuan. Tak lama kemudian, Dedi Safuan bersama beberapa orang lainnya datang mengecek.

Selanjutnya, Dedi memanggil kepala keamanan (sekuriti) Suherman, untuk mencari brankas yang hilang itu. Sekitar pukul 06.30 WIB, Suherman menemukan brankas tersebut tak jauh dari lokasi kantor, dengan kondisi rusak dan isinya kosong.

Selanjutnya, Dedi membuat laporan kejadian pembobolan brankas itu ke Polres Langsa. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan amplop berisikan Rp5.361.000 yang merupakan uang titipan.

Sementara uang kas kebun Rp59.300.000, uang titipan kas koperasi karyawan
Rp120.265.000, uang titipan kas kedai kebun Rp100.000.000, dan uang sisa pengurusan sertifikat tanah Rp32.900.000 lenyap. Sehingga, total kerugian atas pencurian itu mencapai Rp312.456.000. (chan)