Haga Juakta Sembiring

LANGKAT-M24

Empat hari sebelum menghabisi nyawa ayahnya, Haga Juakta Sembiring (30), ternyata sudah mengkonsumsi narkoba terlebih dulu.

Kasubag Humas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan, ketika dikonfirmasi Metro24, Rabu (15/5) mengatakan tersangka hampir satu bulan ditinggal oleh istrinya.
Itu karena tersangka sering bertengkar setiap hari dengan istrinya.
“Jadi terduga tersangka mengalami depresi dan ditambah orang tuanya Sampurna Sembiring (56), warga Jalan Samanhudi, Ling V, Kel Bela Rakyat, Kec Kuala, Langkat memberi nasihat agar dia tidak menggunakan narkoba,” ujarnya.

Disebutkan Arnold, korban Sampurna setiap 2 hari sekali datang ke rumah kontrakan tersangka yang masih berada di Jalan Samanhudi, untuk mengantar makanan. Ini dilakukan karena tersangka sudah ditinggalkan istrinya .

Loading...

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kuala, Iptu Andri GT Siregar, kepada Metro24 menjelaskan, sekitar empat hari sebelumnya, tersangka bersama temannya menggunakan sabu.
“Hasil dari introgasi, dia menjelaskan kepada kami menggunakan narkoba yang didapatnya dari temannya empat hari sebelum pembunuhan terjadi. Tersangka memang diduga sudah ketergantungan narkoba,” ujarnya.

Andri melanjutkan narkoba itu dibawa dari wilayah Selesai. “Mereka menggunakannya narkoba itu di wilayah Kec Selesai. Hingga kini, kami masih mendalami kasusnya. Tersangka Haga Juakta Sembiring masih diperiksa,” tuturnya.

Meski begitu, hingga kini motifnya masih tidak terima dinasihati orang tuanya agar tidak menggunakan narkoba. “Tersangka terjerat Pasal 338 KUHPidana,” ujar Andri.

Diberitakan sebelumnya kasus anak bunuh ayah kandung terjadi Senin (13/5), sekira pukul 21.00 WIB. Korban bernama Sampurna Sembiring (56), warga Jalan Samanhudi, Ling V, Kel Bela Rakyat, Kec Kuala, Langkat. Sedangkan sang pelaku adalah Haga Juakta Sembiring (30).

Kasubag Humas Polres Langkat, AKP Arnold Hasibuan, Selasa (14/5) menjelaskan, Sampurna ditemukan tewas dalam posisi terlentang di rumah kontrakannya. Pihaknya mengetahui hal itu setelah warga melapor.

Dari keterangan beberapa saksi, pembunuhan itu diduga dilatari karena tersangka tak terima tiap hari dinasihati oleh korban agar tidak mengkonsumsi narkotika. Malam itu, tersangka yang tengah dinasihati mendadak mengamuk. Ia mengambil pisau dan menikamkannya ke tubuh sang ayah. Tikaman mengenai ulu hati korban. Akibatnya korban tewas bersimbah darah. (rudi)