Status FB atas nama Janidanuarta.

PADANGSIDIMPUAN-M24

Pemilik akun Facebook (FB) atas nama Janidanuarta, sedang dilacak personel Polres Kota Padangsidimpuan. Pasalnya, dalam akun itu, Janidanuarta memfitnah para personel kepolisian yang sedang mengawasi penyaluran bantuan Program Keluarga Harahap (PKH) dari Kementerian Sosial.

Dalam akun FB itu, Janidanuarta sengaja menulis kalimat yang berbunyi “bersama ulama Prabowo-Sandi” di atas foto bersama antara petugas kepolisian dan penerima bantuan PKH. Spontan, melihat kejadian itu, pihak kepolisian langsung merespon dan melakukan penyelidikan.

Kasubag Humas Polres Kota Padangsidimpuan, Iptu Maria Marpaung mengatakan, postingan hoax itu dilaporkan oleh salah seorang warga. Dari laporan tersebut, tim dari pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.

Loading...

“Pihak kepolisian sedang mencari pemilik akun yang sudah menyebar fitnah kepada kami,” ujarnya, Selasa (5/2).

Setelah dilakukan identifikasi, ternyata pemilik akun berdomisili di Pulau Jawa. Pihaknya sengaja tidak merespon foto editan itu guna mekakukan penyelidikan.
Dia berharap kepada masyarakat di Padangsidimpuan, agar tidak terpengaruh dengan tindakan-tindakan hoax yang sengaja memperkeruh suasana, terutama jelang pemilu. “Atas nama instansi kepolisian, saya berharap agar warga tidak mau terprovokasi,” tandasnya.

Sementara itu, petugas pendamping sosial PKH Kota Padangsidimpuan, Juli Zega menceritakan, postingan tersebut awalnya beredar di salah satu group Whatshapp (WA) pendamping PKH.Selanjutnya, setelah koordinasi, pihaknya langsung menghubungi pihak kepolisian dan melaporkan kejadian itu.

“Postingan itu saya lihat di group WA kami, makanya saya llangsung melaporkannya ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Dia mengaku merasa dirugikan dengan postingan tersebut, karena laki-laki yang aktif di bidang anak dan perempuan itu terlibat langsung ketika menyalurkan PKH itu.
“Tidak ada unsur politik, tiba-tiba foto kami diedit dan dengan teks poto mendukung salah satu paslon,” ungkap Juli Zega.

Dia berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku, sehingga ke depannya tidak ada lagi ditemukam kejadian serupa. (zia nasution)

editor: juni ardi tanjung