Para tersangka diamankan

MEDAN-M24
Petugas Satresnarkoba Polrestabes Medan membekuk lima orang tersangka pengedar dan pengguna sabu yang diduga masih satu keluarga.

Mereka berinisial Sar (55), Fa (51) keduanya warga Jln Masjid Taufiq, Kec Medan Perjuangan, Rah (36), MD (34) keduanya wanita warga Jln Masjid Taufiq Gg Perwira dan AC, warga Jln Masjid Taufiq Gg Serasi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo didampingi Wakasat Narkoba Kompol Pardamean Hutahaean yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (13/9) sore membenarkan ada penangkapan terhadap tersangka narkoba.

Dijelaskan Kasat, penangkapan terhadap tersangka berawal informasi masyarakat bahwa di satu rumah kosong Jln Masjid Taufiq dijadikan lokasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta judi jackpot.

Loading...

Jumat 24 Agustus lalu, Kanit II Idik AKP Rapi Pinakri bersama anggotanya menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan di lokasi. Ternyata informasi masyarakat itu memang benar. Petugas Satres Narkoba kemudian berkoordinasi dengan kepling setempat dan langsung menggerebek rumah yang menjadi Target Operasi (TO).

“Di dalam rumah kita langsung mengamankan 3 pria dan 2 wanita yang sedang asik bermain judi jackpot serta diduga menggunakan sabu. Dari tangan tersangka Sar dan Fa disita satu set bong, 5 buku tabungan dan 2 HP. Sementara itu dari tangan tersangka MD dan Rah disita 1 plastik klip berisi sabu seberat 0,15 gram dan 1 HP,” ungkapnya.

Lanjut AKBP Raphael, di lokasi yang sama petugas juga mengamankan AC yang merupakan TO petugas. Saat digeledah, dari saku celana tersangka disita 2 plastil klip berisi sabu seberat 1,05 gram, 8 plastik klip kosong berukuran sedang, 3 plastik klip kosong berukuran kecil dan 1 pipet sendok. Para tersangka berikut barang bukti diboyong ke Mako guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil interogasi, tersangka AC mengaku membeli barang haram itu dari Napi (DPO) seharga Rp500 ribu dengan sistem AC terlebih dahulu membayar Rp200 ribu dan kekurangan Rp300 ribu dicicil setelah barang bukti habis. Sementara para tersangka saat dilakukan tes urine positif mengandung narkoba,” pungkasnya sembari menambahkan kasusnya masih dikembangkan.(irwan)