Pelaku saat diamankan polisi

LABUHAN-M24
Satreskrim Polsek Medan Labuhan mengamankan seorang pelaku penyebaran video running teks penghinaan Kepala Negara Jokowi dan Megawati Soekarno Putri di papan bilbord sebuah Stasiun Penghisian Bahan Umum (SPBU) Jln Marelan Raya, Pasar III Kel Renggaspulau, Kec Medan Marelan, Jumat (24/5) lalu.

Pelaku seorang mahasiswa berinisial IPT (26), warga Uni Kampung, Kel Belawan I, Kec Medan Belawan.

Dalam keterangan pers, Senin (27/5) pukul 15.00, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis SH MH mengatakan, pelaku ditangkap di rumahnya bersama barang bukti satu unit laptop. Penangkapan pelaku, setelah petugas kepolisian memeriksa sembilan orang saksi.

“Berdasarkan keterangan dari sembilan orang saksi yang sebelumnya kita periksa, anggota langsung melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menangkap pelaku penyebaran video penghinaan Kepala Negara,” ucap Ikhwan Lubis.

Loading...

Kepada petugas, pelaku mengaku awalnya sedang nongkrong di seputaran SPBU. Pelaku melihat papan bilbord yang biasanya bertuliskan ucapan terima kasih, berganti tulisan hinaan kepada Presiden Jokowi. Dengan sengaja, Pelaku langsung merekam running teks tersebut dan menyebarkannya ke setiap media sosial seperti Youtube dan Facebook serta WhatsApp (WA). Video itu pun jadi viral.

Akibat perbuatanya pelaku dijerat Undang Undang ITE serta Pasal 207 KHUPidana dengan hukuman empat tahun penjara.

Terpisah, Polda Sumut sedang mendalami kasus penghinaan Presiden RI melalui running teks tersebut. Sembilan saksi juga telah dimintai keterangan.

“Apakah itu dari operator dan teknisi. Itu masih dilakukan penyelidikan oleh pihak Polres Belawan,” terang Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja.

Pihak kepolisian sendiri akan berkoordinasi dengan Pertamina. “Kita cek semuanya dari kapan dibuatnya layar video tronnya, dan juga CCTV yang ada di lokasi,” jelas dia.

Dia sendiri berharap agar masyarakat tidak terpancing dengan peristiwa tersebut. “Kita minta sabar, kita masih bekerja untuk menyelidikinya,” ujar Tatan.

Sebagaimana diketahui, kehebohan terjadi di SPBU di Marelan tersebut lantaran running text tertulis penghinaan terhadap Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri serta ras atau bangsa China. (syamsul/ahmad)