Petugas KPK geledah rumah A Hong. (foto: hendri/metro24.co)

ASAHAN, Metro24.co – Rumah milik seorang pengusaha Tionghoa di Jalan SM Raja, Kisaran, Asahan, Sumut, Muliono SL alias A Hong (67) dan anaknya, Frangki Liwijaya (24), digeledah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam penggeledahan tersebut, petugas yang mengenakan rompi KPK mendapat pengawalan ketat pasukan gabungan dari Polres Labuhanbatu dan Polres Asahan. Pasukan gabungan kemudian menerobos masuk ke dalam rumah berlantai 4 tersebut, Selasa (14/7/2020).

Tim KPK datang dengan menggunakan empat mobil dan diduga kuat melakukan pengeledahan terhadap rumah sekalian kantor milik A Hong, yang merupakan pengusaha konstruksi dan perkebunan terkenal di Kisaran.

Tampak Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Adrian Riski Lubis SIK bersama personel menggunakan seragam lengkap melakukan pengawalan ketat di depan rumah.

“Memang tadi saya lihat ada sepasukan petugas gabungan yang memakai pakaian lengkap masuk ke rumah Pak Ahong jam 11:00 WIB tadi. Namun, tidak tau apa tujuan bapak-bapak itu masuk ke rumah Pak Ahong dan Frengki Liwijaya itu,” ujar Adha Khairudin, warga setempat yang ditemui metro24.co di lokasi.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, rumah pengusaha yang juga tokoh masyarakat Tionghoa di Asahan itu digeledah terkait dugaan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN Tahun 2017-2018 di Kabupaten Labura. Di mana pengusaha yang mengerjakan proyek anaknya A Hong yang bernama Frengki Liwijaya.

Tak lama, Tim KPK terlihat keluar membawa 3 koper dari dalam rumah pengusaha tersebut. Diduga berkas berkas kontrak perusahan yang dikerjakan oleh Frengki Liwijaya. Namun, hingga tadi malam belum ada satupun pejabat dari kepolisian memberikan keterangan resmi terkait pengeledahan yang dilakukan oleh tim KPK tersebut.
Sedangkan Plt Humas KPK, Ali Fikri yang dihubungi sekitar pukul 20:00 WIB, menerangkan Tim Penyidik KPK sedang melakukan tahap pengumpulan alat bukti terkait pengembangan perkara atas nama terpidana Yaya Purnomo.

Kegiatan yang dilakukan adalah penggeledahan di beberapa tempat di antaranya kantor Bupati Labura dan rumah Ml alias A (swasta) di Kisaran.

Dari kegiatan ini diamankan sejumlah dokumen yang berhubungan dengan tindak pidana korupsi yang sedang dilakukan penyidikan saat ini dan sejumlah barang bukti elektronik,” ucapnya.

Berikutnya, lanujut Fikri, penyidik KPK akan segera melakukan penyitaan setelah mendapatkan ijin sita kepada Dewas KPK.

“Kontruksi perkara dan nama-nama pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam penyidikan ini akan kami sampaikan lebih lanjut,” janjinya. (hen/sah/metro24.co)