Korban saat di Polsek Delitua

DELITUA-M24

Rivawati Boru Lubis (41) warga Jln Sari Dusun VI Desa Marendal I, Kec Patumbak cuma bisa diam terbodoh merenungi nasibnya. Uang sebesar Rp13 juta harus rela dibawa orang tak dikenal.

Informasi diterima menyebutkan, pedagang pakaian online ini ditipu konsumennya. Dia manut saja ketika disuruh mentransfer uang Rp 13 juta ke rekening pelaku. Melalui arahan dari seberang telepon, korban pun mengirimkan uangnya ke rekening pelaku, Senin (8/7) sekira 14.30 WIB.

Cerita korban saat membuat laporan di Polsek Delitua, Selasa (9/7) sekira 18.00 WIB. Waktu itu, katanya, NI (pelaku) memesan pakaian kebaya melalui situs jual beli OLX. Setelah bercerita panjang lebar mengenai mutu pakaian dan harganya, pelaku memesan kebaya kepada korban.

Loading...

“Setelah memesan barang kata NI dia langsung mentransfer uang ke rekening BRI saya Rp180 ribu. Tapi ketika saya cek, uangnya tidak nambah,” terang korban.

Karena uang yang ditransfer NI belum masuk, korban pun menghubungi NI. Namun yang menjawab AD suami pelaku. Lalu AD meminta nomor rekening korban yang uangnya masih ada, supaya untuk ditransfer lagi.

Karena korban merasa tak paham, dia menuruto permintaan AD dan mengatakan di ATM Mandiri ada uang. Mendengar perkataan korban, AD menyuruh korban untuk ke ATM Mandiri guna mengeceknya. Tibanya di ATM yang berada di Gang Kolam, Kec Delitua, korban kembali memeriksa saldonya. Namun uang belum juga masuk.

Korban kembali menghubungi AD. Oleh AD, korban disarankan mengecek kembali melalui Link. Karena tidak mengerti Link, pelaku menyarankan korban untuk mengikuti perkataannya. Tak ada rasa curiga saar itu, karena korban mengira AD memang mau berniat baik. Dia pun mengikuti semua arahan AD. Begitu semua dituruti, tiba tiba korban terkejut begitu melihat uang sebanyak Rp13 juta sudah terkirim ke rekening AD.

Mengetahui itu, korbanpun kebingungan dan langsung menghubungi AD. Namun AD tidak menjawabnya, sehingga akhirnya korban memilih untuk menunggu di rumah dan berharap pelaku mengembalikan semua uangnya.

“Tidak di sangka kalau pelaku Pasutri tega melakukan itu kepada saya. Saya pikir mereka berniat baik dan mengajari saya, ternyata mereka memang sudah sendikat penipu melalui ATM. Karena mereka sangat pintar dalam menjebak korbanya melalui ATM,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, korban terpaksa melapor ke Polisi dan berharap pelaku segera ditangkap dan uang bisa kembali pada. “Seperti kena hipnotis saya saat mentransfer uang. Karena saya seperti tidak ingat apa apa dan pikiran saya seperti kosong,” akunya,.

Kapolsek Delitua, Kompol Efianto membenarkan laporan korban dan berjanji segera memprosesnya. (mehuli)