Barang bukti yang disita dipapar.

JAKARTA,metro24.co- Subdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya telah berhasil melakukan penggerebekan bodong yang bepraktik Kedokteran tanpa memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktik (SIP).

Saat digrebek, Selasa, 4/8/20 di Klinik Antoni Dental Care Jl. P Timor 1 No. 24 RT.03/RW.09, Perumnas III, Kel. Aren Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, tersangka, ADS, selaku pemilik sekaligus dokter di klinik Antoni Dental Care tidak melakukan perlawanan.

Sedangkan barang bukti berbagai macam obat-obatan untuk Gigi, berbagai Macam Alat Medis, dokumen-dokumen, baju Praktek Kedokteran, buku daftar praktek, kwitansi Pembayaran serta alat Komunikasi disita.

Berawal sekitar akhir Juli 2020, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan media sosial perihal dugaan praktik kedokteran gigi yang tidak memiliki izin, maka anggota Subdit III Sumdaling menindaklanjuti dengan melakukan kegiatan undercover untuk berkomunikasi dengan tersangka ADS. Akhirnya jadwal pemeriksaan disepakati pada hari selasa, 4/8/20, pukul 19.00 WIB.

Saat penggerebekan, 4/8/20, sekira pukul 19.00 Wib, Petugas Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masuk kedalam klinik sebagai pasien dan menerima tindakan berupa scalling (pembersihan karang gigi) dan penambalan gigi.

Kemudian sekira pukul 19.30 Wib, Petugas Subdit III Sumdaling bersama dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Bekasi, melakukan penindakan terhadap pelaku.

Modus operandi yang dilakukan ADS menggunakan peralatan Dental Chair atau Dental Unit lengkap serta melakukan praktik kedokteran gigi yang dengan sengaja menggunakan identitas berupa gelar, surat izin praktek yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah dokter atau dokter gigi sungguhan.

Klinik Antoni Dental Care sudah beroperasi sejak sekitar tahun 2018. Hebatnya telah melayani puluhan pasien setiap bulannya dan meraup keuntungan jutaan rupiah. Tersangka ADS mencari pasien untuk Klinik Antoni Dental Care dengan menggunakan media sosial Instagram maupun Facebook untuk mempromosikan klinik Antoni Dental Care.

Penyidik Subdit III Sumdaling, saat ini penyidik sudah melayangkan panggilan untuk Selebgram dengan Inisial HB dan GD (miss polo internasional dari Indonesia), untuk diminta keterangan sebagai saksi.

Sedangkan tersangka dikenakan Pasal 77 jo Pasal 73 ayat (1) dan atau Pasal 78 jo Pasal 73 ayat (2) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). (Ali/metro24)

â—½Editor: Arpani