Kapolda Metro Jaya, M Fadil Imran

Jakarta, METRO24-  Kapolri Idham Azziz secara resmi mencopot  Irjen Pol Nana Sudjana dari jabatannya sebagai Kapolda Metro Jaya, Senin (16/11/2020). Posisinya digantikan oleh Irjen Pol Mohammad Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru.

Seperti telah dilansir, Nana Sudjana dicopot dari posisinya sebagai Kapolda Metro Jaya diduga karena kerumunan di acara Maulid Nabi Muhammad dan pernikahan yang digelar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Petamburan, Sabtu (14/11/2020).

“Sesuai dengan TR Kapolri No st3222/XI/Kep/2020 tanggal 16 November 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dari Jabatan di Lingkungan Polri, yaitu Irjen Nana Sudjana Kapolda Metro Jaya diangkat jabatan baru menjadi Korps Ahli Kapolri ” kata Argo dari Humas Mabes Polri.

“Irjen Pol M. Fadil Imran diangkat dalam jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya,” ujar Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono  Senin (16/11/2020).

 

Biodata Fadil Imran

Seperti diketahui sebelumnya, Irjen Muhammad Fadil Imran sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur. Ia merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 3 Februari 2017 menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri.

M Fadil Imran lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan pada 14 Agustus 1968. M Fadil Imran memiliki rekam jejak menduduki beberapa jabatan penting di Polri. Mulai dari Polres KP3 Tanjung Priok, Polres Kepulauan Riau, Polres Metro Jakarta, Polda Metro, hingga Mabes Polri.

Muhammad Fadil Imran terbilang cukup berprestasi selama berkarier menjadi polisi. Alumni Akademi Polisi (Akpol) tahun 1991 memiliki banyak pengalaman di bidang reserse.

Seperti, tahun 2008, Fadil Imran pernah menjabat sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ia kemudian menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok di tahun yang sama.(‘tempo)

Pada 2009, dia ditarik ke Polda Metro Jaya untuk menjabat Wadir Reskrimum. Setelah tiga tahun menjabat di posisi tersebut, Fadil ditarik ke Mabes Polri dan menduduki jabatan Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri pada 2011.

Lalu dari Bareskrim, Mohammad Fadil Imran diangkat menjadi Direktur Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau. Selama dua tahun mengabdi di pos tersebut, Fadil ditarik kembali di Jakarta untuk menduduki jabatan sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat pada 2013. Selanjutnya pada 2015, Fadil Imran dimutasi dan menjadi Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri. 

Setahun kemudian, dia menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Dan pada saat bertugas di Polda Metro Jaya, Fadil sukses membongkar kasus pembajakan film Warkop DKI Reborn. Atas prestasinya, dia kemudian ditarik sebagai Wakil Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Kemudian Fadil menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri pada 2017. Dilalahnya, setahun kemudian, Muhammad Fadil Imran berhasil membongkar kasus sindikat Muslim Cyber Army (MCA). Kasus ini sempat membuat heboh karena diperkirakan sebagai pihak yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial saat Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019.

Akhirnya pada tahun 2018, Fadil menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Idham Aziz hingga 2020. Tak lama setelah itu, Fadil diangkat menjadi Kapolda Jawa Timur. Hari ini, Mabes Polri menunjuk Mohammad Fadil Imran menjadi Kapolda Metro Jaya. Dalam mutasi polisi ini, dia diharapkan dapat menyelesaikan persoalan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 yang terjadi di DKI Jakarta.

Dikutip dari wikipedia, Muhammad Fadil Imran beristrikan Ina Adiati dan memiliki dua anak, Wulan Purnamasari serta Farah Puteri Nahlia, yang anggota DPR RI 2019-2024.(Ali)