Warga unjuk rasa tolak pemakaman COVID-19. (foto: fan/metro24.co)

DELI SERDANG, Metro24.co – Terjadi di Deli Serdang, Sumut. Tolak tempat pemakaman jenazah COVID-19, ratusan warga Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, kembali gelar unjuk rasa, Senin (14/9/2020).

Ratusan warga tersebut menggeruduk Kantor Kepala Desa Ujung Serdang. Mereka menuntut agar kepala desa mengundurkan diri dari jabatannya karena tak memenuhi tuntutan penolakan pemakaman jenazah COVID-19.

Dalam aksinya, warga menggelar orasi di depan Kantor Desa Ujung Serdang dan mengusung spanduk dan poster yang bertuliskan menolak pembangunan makam khusus Covid-19 di desa mereka.

Unjuk rasa warga mendapat pengawalan ketat Polresta Deli Serdang. Warga tidak mau berdialog dengan pihak desa dan menuntut kepala desa harus mundur dari jabatannya.

Kordinator Aksi Jahtera Sahputra Tarigan Sibero saat diwawancara mengatakan, mereka tetap menolak pembangunan makam khusus Covid-19 di desa mereka karena takut tertular virus Covid 19 dan warga mengancam akan terus berunjuk rasa memprotes pembangunan tersebut.

“Tujuan kami hanya ingin jawaban pasti dari kepala desa bahwa pada pertemuan kemarin dengan pihak Pemkab Deli Serdang bahwa untuk lahan perkuburan Covid-19 di Desa Ujung Serdang itu di lahan seluas 15 hektar, ini kita minta klarifikasi apa harus se-Deli Serdang dikuburkan di Desa Ujung Serdang ini,” katanya.

“Masyarakat marah karena ketakutan akan tertular, hari ini kami ingin buktikan benar tidak 15 hektar yang diambil jadi lahan covid, tapi di surat pemkab katanya cuma 5 hektar. Mana yang benar? Pokoknya kami menolak adanya kuburan Covid-19 di desa kami,” katanya.

Sementara Kepala Desa Ujung Serdang saat dikonfirmasi menolak untuk diwawancarai. Ia memilih untuk bersembunyi di ruangannya sambil memantau aksi warga dari dalam. Warga sempat marah karena kepala desa tidak bersedia menyanggupi tuntutan warga. Puluhan polisi tampak membuat pagar betis agar warga tidak masuk ke kantor desa.

Sebelumnya, Pemkab Deli Serdang berencana membangun perkuburan khusus covid-19 dengan luas areal 5 hektar di lahan eks perkebunan kelapa sawit PTPN2 yang cukup berdekatan dengan pemukiman warga. (fan/metro24.co)