Walikota Medan saat menggelar Raker.

MEDAN-M24

Melalui Rapat Kerja (Raker) Pelaksanaan Program/Kegiatan Pembangunan Kota Tahun 2019, diharapkan dapat memberikan pemahaman target yang telah ditetapkan. Selain itu, juga dijadikan alat ukur mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).

Harapan itu disampaikan Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH pada penutupan Raker di Hotel Grand Aston Medan, Rabu (27/2). Turut hadir seluruh staf ahli, asisten, pimpinan OPD, kepala bagian, camat, lurah, Kepala UPT dan puskesmas se-Kota Medan.

“Saya yakin dengan komitmen dan kebersamaan ini, insya Allah segala yang kita rencanakan akan menghasilkan out put yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Eldin.

Loading...

Pada kesempatan itu, Eldin menyampaikan beberapa hal yang harus dilaksanakan, yaitu: melakukan langkah-langkah persiapan agar pelaksanaan program kegiatan tahun 2019, sesuai dengan jadwal dan target yang direncanakan. “Jadi tidak ada lagi kegiatan yang menumpuk pada triwulan tertentu, atau pada akhir tahun anggaran,” ujarnya.

Kemudian, tidak ada lagi kegiatan yang tertunda akibat hal-hal yang tidak terantisipasi, lantaran semuanya telah dibahas dalam rapat. Lalu, segera melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Pengadaan barang dan jasa haruslah tepat guna dan tepat sasaran, sehingga tidak ada kegiatan yang tidak jelas manfaatnya dan menjadi sia-sia,” pintanya.

Selanjutnya, seluruh jajaran membangun sinergi dan kebersamaan lintas OPD, agar program dan kegiatan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, tanpa adanya kendala birokrasi yang berbelit-belit dan menghambat proses pelaksanaannya.

“Kepada OPD yang mengelola pajak dan retribusi daerah maupun pengelola pendapatan daerah, agar fokus pada tugas dan tanggung jawab guna pencapaian target yang ditetapkan.Semoga target pendapatan tercapai dan seluruh pembiayaan program kegiatan tahun 2019 dapat terealisasi secara maksimal,” cetusnya.

Sebelumya, Walikota sempat marah saat memasuki ruangan rapat. Sebab, beberapa pimpinan OPD meninggalkan ruangan sebelum acara selesai. Dengan nada tinggi, dia menginstrusikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan SDM untuk mengabsen kembali, agar diketahui siapa saja yang meninggalkan ruangan.

“Saya sangat kecewa, ini menunjukan seolah kurangnya kedisplinan dan kepedulian pimpin OPD terhadap tanggung jawabnya. Padahal baru hanya diminta mengikuti rapat saja,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Eldin menekankan seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih disiplin, salah satunya dengan mengikuti apel pagi. “Saya tidak ingin lagi mendengar bahwa banyak ASN yang jarang mengikuti apel pagi. Tidak hanya di kantor Sekretariat, tapi juga di semua kantor dinas di lingkungan Pemko Medan. Jika kebiasaan buruk ini terus dilakukan, kemungkinan bisa saja Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), akan dikurangi sebagai dampak dari ketidakdisiplinan itu,” ujarnya lagi. (adlan)