Rumah yang hancur akibat angin puting beliung di Dairi

SIDIKALANG-M24
Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang dua kecamatan di Kab Dairi. Seorang warga tewas, belasan rumah porak-poranda dan 50 hektare sawah rusak.

Dua kecamatan paling parah terdampak puting beliung adalah
Kec Tigalingga dan Tanah Pinem. Bencana puting beliung terjadi Jumat (15/3) sore sekira pukul 17:00 WIB.

Informasi dihimpun metro24, akibat amukan puting beliung seorang warga tewas, sekitar 17 rumah porak-poranda dan 50 hektare lahan pertanian rusak parah.

Korban tewas atas nama Timbul Simanjuntak (66) warga Desa Lau Sereme, Kec Tigalingga, Dairi. Korban tewas diduga akibat terjatuh saat memperbaiki atap rumahnya yang bocor.
“Saat akan memperbaiki atap seng rumahnya yang bocor, tiba-tiba puting beliun datang. Korban pun tersapu hingga terjatuh dan tewas di tempat dengan luka memar di bagian pelipis dan kepala,” kata Kapolsek Tigalingga, AKP Maruli Siburian, melalui Kasubag Humas Polres Dairi, Ipda Doni Saleh, Sabtu (16/3).

Loading...

Menurut Doni, korban tewas sudah dibawa ke rumah keluarganya untuk disemayamkan. Keluarga korban sudah ikhlas dan telah membuat suarat pernyataan tidak keberatan atas meninggalnya korban.

“Keluarganya sudah ikhlas dan menerima kepergian korban yang meninggal karena terjatuh saat memperabiki atap rumahnya,” terang Doni.

Adapun data yang diperoleh, rumah warga yang megalami kerusakan di Desa Lau Sereme, Kec Tigalingga, di antara yakni rumah milik Holmen Bancin, Alpidin Gajah, Lamsadar Banurea, Rustin Tumanger, Mincar Manik, Limenti Hasugian, Hardono Berutu, Tono Situmorang, Laminter Bancin dan Dele Osle Berutu.

Sedangkan di Desa Harapan, Kec Tigalingga, rumah yang mengalami kerusakan, yakni rumah milik Serita Sembiring, Saksi Tarigan, Marsius Ginting, Jefri Berita Karo-karo, Jeni Ginting, Adiwan Ginting dan Tiar Manik.

“Selain itu, angin puting beliung yang disertai hujan deras juga membuat pepohonan di pinggir jalan bertumbangan, akibatnya arus lalu lintas dari 2 arah berlawan sempat mengalami kemacetan panjuang,” imbuh Doni.

Disebutkan Doni, untuk saat ini Polres Dairi melalui Polsek Tigalingga dan Polsek Tanah Pinem dibantu personel Koramil serta masarakat melakukan gotong-royong membersihkan badan jalan yang tertutup pepohonan yang tumbang.

“Warga bersama aparat juga bergotong-royong membantu memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan,” pungkas Doni. (fajar)