TANJUNGBALAI-M24
Unit Reskrim Polsek Datuk Bandar mengamankan seorang pria atas nama Surya Darma Panjaitan alias Surya (43) lantaran terlibat dalam tindak pidana pencurian kendaraan roda dua di Musholla Thoris Jln HM Nur Kel Pahang, Kec Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Modusnya, pengangguran yang beralamat di Jln Satria Barat Kel Pahlawan, Kec Medan Perjuangan, Kota Medan ini berpura-pura Sholat Sshar, Jum’at (22/2) sekitar pukul 16.00 WIB, kemarin.

Kanit Reskrim Polsek Datuk Bandar, Ipda Togi Simanjuntak, Selasa (26/2) di ruang kerjanya mengatakan, saat itu tersangka sedang sholat, bersamaan masuklah korban, Sukirman (53) ke areal mushola dengan membawa 1unit Honda Beat BK 5706 QAE. Korban sendiri adalah nazir di mushola tersebut.

Lantaran sudah terbiasa, korban pun menggantungkan kunci kontak kreta di dalam mushola. Setelah Sukirman menunaikan sholat, ternyata tersangka keluar. Rupanya sebelum keluar, tersangka terlebih dahulu mengambil kunci kontak Honda Beat milik si nazir. Begitu kreta menyala, tersangka langsung membawa kabur kreta tersebut.

Loading...

“Selesai Sholat Ashar korban yang akan pulang sangat terkejut, karena kretanya yang dibawa tadi sudah tidak lagi. Selanjutnya melaporkan nya secara resmi ke Polsek Datuk Bandar “, ungkapnya.

Kanit menambahkan, persis di Jln Jend Sudirman Km-6 Kel Sijambi, Kec Datuk Bandar, tersangka melanggar sebuah mobil. Karena dihantui ketakutan, dia pun lantas meninggalkan kreta itu di lokasi tabrakan. Dia lalu melanjutkan perjalanan menuju Medan dengan menaiki Bus Angkutan KUPJ.

Mendapat kabar ada kreta yang ditinggalkan seseorang di tengah jalan, warga lantas melaporkan hal itu ke Polsek Datuk Bandar. Unit Reskrim Polsek Datuk Bandar lalu segera memburu tersangka Surya, alhasil di jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di daerah Sei Bejangkar Kab Batubara, pelaku berhasil diringkus “Sekarang tersangka mendekam dalam penjara, dikenakan pasal 363 subs 362 dari KUHP tentang pencurian,” katanya.

Dia kembali mengingatkan agar masyarakat selalu berhati-hati, dengan harta bendanya, karena kejahatan selalu mengintai. (ambon)