BINJAI-M24

Puluhan karyawan outsourcing yang bekerja di PT Wika Beton Tbk menggelar unjuk rasa, Rabu (4/12). Puluhan karyawan itu dirumahkan secara sepihak karena dianggap menentang peraturan yang telah dibuat perusahaan dengan membentuk serikat buruh.

Para pekerja yang berasal dari PT Riski Abadi Makmur, yang berkantor di Jln Perintis Kemerdekaan, Link VII Kel Cengkeh Turi, Kec Binjai Utara, meminta agar dipekerjakan kembali di perusahaan tersebut.

Pantauan awak media, selama berlangsungnya orasi, mereka menuntut haknya dikembalikan dan di pekerjakan kembali serta menuntut pimpinan PT Riski Abadi Makmur, untuk keluar menemui pengunjuk rasa.

Namun, pimpinan PT Riski Abadi Makmur, Muhammad Ali Fikri enggan menemui pengunjuk rasa dan memilih untuk menerima perwakilan pengunjuk rasa melakukan mediasi di dalam rumahnya.

Meski demikian pengunjuk rasa tetap menolak dan meminta pimpinan PT Riski Abadi Makmur untuk menemui para pekerja. Aksi pekerja ini ternyata mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. Pasalnya, warga merasa terganggu dengan adanya aksi tersebut.

“Ya bang, warga merasa terganggu karena ada aksi itu. Mereka (pengunjuk rasa-red) barusan saja membubarkan diri,” ucap Sandi, warga sekitar.

Akhirnya, petugas kepolisian yang berada di lokasi mengimbau masa aksi untuk membubarkan diri. Hal itu bertujuan agar situasi berjalan kondusif.

Terpisah, Camat Binjai Utara, Adri Rivanto, membenarkan adanya aksi demo itu. “Benar. Unjuk rasa para karyawan yang menuntut hak mereka. Tapi sekarang udah membubarkan diri,” ucap Adri Rivanto. (sopian)