Kasat Lantas Polres Kabupaten Bekasi, AKBP Ojo Ruslani, S.Sos, MSi.

Jakarta, Metro24.co – Satpas SIM Polres Kabupaten Bekasi maksimal memperketat penerapan protokol kesehatan bagi para pemohon di awal 2021.

Hal itu disinyalir setelah merebak kembali kabar Covid-19 dan adanya PSBB kembali. Walau begitu, antusias masyarakat Bekasi untuk mengurus SIM membuat Satpas SIM Polres Kabupaten Bekasi tetap konstan.

Satpas SIM Polres Kabupaten Bekasi pun tetap konstan memperketat penerapan protokol kesehatan bagi para pemohon.

Para pemohon mengantre untuk mendapatkan pelayanan perpanjangan masa aktif Surat Izin Mengemudi (SIM) dan pembuatan SIM baru.

Dalam pantauan Metro24.co,, ramainya masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan SIM tersebut, tak membuat kantor Satpas abai dengan protokol kesehatan. Seperti, jarak fisik antar pendaftar tetap terjaga sesuai dengan protokol kesehatan, dan masyarakat yang datang juga mengenakan masker.

Seperti yang telah diketahui, selum memasuki area layanan, para pendaftar antre untuk diperiksa suhu badan oleh petugas. Setelah itu para pendaftar langsung bisa mengambil formulir pendaftaran dan menyerahkan dua foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Pelayanan pembuatan SIM baru di kantor Satpas dipisah dengan pelayanan perpanjangan masa aktif SIM untuk mencegah terjadinya kerumunan.

Suasana lokasi prokes yang diperketat, teratur dan konsisten.

PROKES 2021
Awalnya, pemohon SIM diwajibkan mencuci tangan, kemudian masuk ke bilik disinfektan dan mengukur suhu tubuh. Apabila suhu tubuh di bawah 37,8 derajat celsius, diperbolehkan masuk. Lalu di area dalam, diberi sekat antar masyarakat dan petugas.

Saat menunggu antre juga sudah diterapkan aturan jaga jarak, baik itu tempat duduk maupun lokasi antrean saat berdiri. Kemudian pada saat ujian teori, kapasitas juga sudah diubah jadi 50 persen agar tercipta jarak di antara pemohon SIM.

“Pada uji praktek, kami udah pakai sistem ‘e-drives’ sehingga tidak ada pertemuan antara penguji dan yang diuji. Kendaraan pun yang dipakai sudah dilakukan pembersihan dengan cairan disinfektan secara rutin tiap harinya minimal tiga kali,” ujar Kasat Lantas Polres Kabupaten Bekasi, AKBP Ojo Ruslani, S.Sos, MSi.

Sedangkan untuk pelaksanaan foto dan sidik jari, petugas menyiapkan cairan pembersih tangan, tisu dan penyekat.(Ali)

Editor:Arpani