H. Idrus Junaidi

MEDAN-M24
Kinerja Direktur PDAM Tirtanadi, Trisno Sumantri menuai banyak kritik di masyarakat. Lemahnya pelayanan ke pelanggan menjadi salah satu faktor keluhan di masyarakat terkait kinerja Trisno yang dilantik menjadi Dirut PDAM Tirtanadi, pada Mei 2019 lalu.

“Kinerjanya untuk pelayanan di masyarakat masih sangat lemah. Yang bersangkutan masih banyak melakukan kegiatan pencitraan saja dan tidak memperhatikan pelanggan,” ujar Pengamat Sosial Masyarakat, H Idrus Junaidi, kepada wartawan, Senin (25/11).

Menurut Idrus, salah satu program yang saat ini dilaksanakan Trisno Sumantri dan hanya mengedepankan sisi pencitraan adalah pembangunan Museum Tirtanadi. Karena pembangunan museum tersebut sangat tidak penting dalam pelayanan ke masyarakat.

“Itu kita anggap hanya proyek akal-akalan saja. Apa pentingnya itu bagi masyarakat ? Itukan hanya sebagai pencitraan Dirut baru saja,” ujarnya.

Dijelaskannya, masyarakat Sumut khususnya Kota Medan lebih mementingkan pelayanan maksimal ketimbang melihat museum yang akan dibangun oleh PDAM Tirtanadi dibawah kepemimpinan Trisno Sumantri

Untuk itu, Idrus Junaidi berharap Gubsu Edy Rahmayadi sigap dan segera mengevaluasi kinerja Trisno Sumantri yang dinilai lemah dalam pelayanan terhadap pelanggan perusahaan air bersih milik negara ini.

“Ini bisa kita sinyalir sebagai kesalahan Gubsu dalam menempatkan orang yang tak berkompeten untuk menduduki jabatan yang harusnya bisa melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurut Idrus Junaidi, dalam hal ini Gubsu harusnya lebih berani dalam mengambil tindakan untuk mencopot Trisno Sumantri dari jabatannya, karena dinilai lemah dalam melayani pelanggan PDAM Tirtanadi.

“Inikan seperti membeli kucing dalam karung. Orang yang belum teruji dan tidak begitu dikenal masyarakat ditunjuk sebagai Pimpinan Perusahaan Daerah yang bertugas melayani masyarakat. Jadi tidak harus menunggu sampai lima tahun kedepan. Bisa saja diputar ulang lagi guna pemilihan Dirut PDAM Tirtanadi, mumpung ini belum berlangsung lama,” tegasnya. (Donny)